Farhan Dorong Zakat Berdampak Nyata, Baznas Bandung Targetkan Penghimpunan Rp100 Miliar

Bandung, Faktaindonesianews.com – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendorong pengelolaan zakat tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi mampu menghasilkan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah menilai setiap bantuan perlu memiliki ukuran keberhasilan yang menunjukkan perubahan kondisi penerima manfaat.

Farhan menyampaikan hal tersebut saat menghadiri penyerahan simbolis bantuan Baznas Kota Bandung periode Agustus 2026 sekaligus menyaksikan penandatanganan sejumlah perjanjian kerja sama antara Baznas Kota Bandung dengan perangkat daerah dan lembaga di Kota Bandung di Kantor PCNU, Jalan Sancang, Kamis, 20 Agustus 2026.

Bacaan Lainnya

Menurut Farhan, pengelolaan zakat harus diarahkan pada pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan. Karena itu, pemerintah perlu mengetahui perubahan yang terjadi setelah bantuan diterima mustahik.

“Apabila kita berikan satu bantuan kepada A, dalam waktu enam bulan kehidupannya bertambah baik atau tidak. Itu mesti ada ukurannya,” ujar Farhan.

Farhan Tekankan Pengukuran Dampak Zakat

Farhan menyebut pendekatan tersebut sebagai impact measurement atau pengukuran dampak. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan zakat tidak cukup dilihat dari jumlah dana yang berhasil dihimpun maupun disalurkan.

Pemerintah perlu melihat apakah bantuan tersebut benar-benar mampu meningkatkan kondisi sosial dan ekonomi penerima manfaat.

“Yang dihitung bukan cuma mengembalikan investasi, tetapi juga menghitung dampaknya,” katanya.

Pendekatan tersebut, kata Farhan, dapat mendorong lembaga pengelola zakat mengembangkan program yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu membantu mustahik menjadi lebih mandiri.

Baznas dan Pemkot Bandung Perkuat Kolaborasi

Farhan menilai pengentasan kemiskinan membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Pemerintah memiliki keterbatasan jangkauan karena struktur pemerintahan secara administratif berhenti hingga tingkat kelurahan.

Di sisi lain, lembaga keagamaan, organisasi masyarakat, badan amil zakat, majelis taklim, hingga jaringan anggota DPRD memiliki kedekatan dengan masyarakat di tingkat komunitas.

“Di situlah kemitraan paling berarti antara struktur pemerintahan dengan lembaga-lembaga yang saya sebutkan tadi,” ujarnya.

Karena itu, Farhan mengapresiasi kolaborasi Baznas Kota Bandung dengan sejumlah lembaga dan perangkat daerah. Kerja sama tersebut melibatkan antara lain Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Tim Penggerak PKK, Tim Pembina Posyandu, Forum Bandung Sehat, serta UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Kolaborasi tersebut mencakup pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk pendistribusian dan pendayagunaan zakat, verifikasi serta validasi data kependudukan mustahik, pemberdayaan keluarga, pelayanan Posyandu, peningkatan kesehatan masyarakat, hingga penelitian mengenai dampak zakat dan pengembangan sumber daya manusia.

Menurut Farhan, integrasi data dan program tersebut penting untuk memastikan bantuan lebih tepat sasaran sekaligus membantu penerima manfaat meningkatkan kemandirian.

Farhan Targetkan Baznas Himpun Rp100 Miliar

Selain meningkatkan dampak penyaluran, Farhan juga mendorong peningkatan kapasitas penghimpunan zakat di Kota Bandung.

Ia menargetkan Baznas Kota Bandung mampu menghimpun Rp100 miliar per tahun dalam tiga tahun ke depan.

“Jadi dalam tiga tahun ke depan kita harus bisa mencapai angka Rp100 miliar per putaran bisnis setahun,” katanya.

Pemkot Bandung, lanjut Farhan, akan turut mendukung upaya memperkuat penghimpunan zakat. Salah satunya melalui penjajakan pemanfaatan instrumen investasi syariah.

Farhan sebelumnya membawa jajaran Baznas Kota Bandung ke Bursa Efek Indonesia untuk mempelajari pengelolaan investasi berbasis syariah.

Menurutnya, pengembangan zakat membutuhkan pendekatan yang kreatif, baik dari sisi penghimpunan maupun penyaluran, dengan tetap memperhatikan prinsip dan tata kelola yang tepat.

Baznas Bandung Himpun Rp16,3 Miliar hingga Juli 2026

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Bandung Momon Imron mengatakan pihaknya telah menghimpun dana sebesar Rp16,347 miliar sepanjang Januari-Juli 2026.

Sekitar 92 persen penghimpunan tersebut berasal dari zakat, terutama zakat penghasilan. Sementara sisanya berasal dari infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya.

Pada periode yang sama, Baznas Kota Bandung telah menyalurkan sekitar Rp15,2 miliar, atau sekitar 95 persen dari dana yang dihimpun.

Penyaluran tersebut dilakukan melalui lima program utama, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, kepedulian atau kemanusiaan, serta dakwah dan keagamaan.

Pada penyaluran bantuan periode Agustus 2026, Baznas Kota Bandung memberikan bantuan kepada sekitar 470 penerima manfaat dengan total nilai sekitar Rp1,73 miliar.

Bantuan tersebut mencakup berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari sembako, pendidikan tingkat dasar hingga perguruan tinggi, modal usaha, biaya pengobatan, tunggakan BPJS, biaya hidup dasar, alat kesehatan, perbaikan rumah tidak layak huni, bantuan kebencanaan, hingga pembayaran tunggakan kontrakan.

Pos terkait