Kasus Kebakaran Gedung Terra Drone: Kapolres Jakpus Periksa Pemilik Kantor, 22 Korban Jiwa

Kasus Kebakaran Gedung Terra Drone: Kapolres Jakpus Periksa Pemilik Kantor, 22 Korban Jiwa

Jakarta, Faktaindonesianews.com – Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro memastikan pihaknya akan memeriksa pemilik kantor Terra Drone terkait kebakaran maut yang menewaskan 22 orang di Gedung Terra Drone, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat. Insiden yang terjadi pada Selasa (9/12) itu menjadi salah satu kebakaran dengan korban jiwa terbanyak di Jakarta sepanjang tahun ini.

“Ya ini, kami secara proaktif akan melakukan pemeriksaan di Polres,” ujar Susatyo di lokasi kejadian. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami penyebab kebakaran sekaligus memastikan akuntabilitas pemilik usaha terhadap standar keselamatan gedung.

Bacaan Lainnya

Susatyo menegaskan pihak kepolisian telah memanggil sejumlah saksi untuk memberikan keterangan. Selain para pekerja dan penanggung jawab gedung, anggota Polsek Kemayoran yang ikut mengevakuasi korban juga menjadi perhatian karena mengalami luka saat bertugas.

“Kapolsek Kemayoran terluka di bagian tangan dan saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih,” jelasnya.

Gubernur Pramono Anung Ingatkan Pentingnya Standar Keselamatan Gedung

Di lokasi berbeda, Gubernur Jakarta Pramono Anung menyoroti minimnya kesiapan jalur evakuasi di gedung tersebut. Ia menilai kebakaran fatal seperti ini bisa diminimalkan jika pemilik bangunan mematuhi standar keselamatan sejak awal.

“Kalau ada gedung lantai 6, mestinya sistem pemadam kebakarannya ada. Tapi untuk kasus seperti ini, mereka tidak persiapkan sama sekali,” tegas Pramono.

Ia meminta seluruh pemilik usaha di ibu kota memastikan seluruh fasilitas keselamatan, mulai dari alat pemadam, alarm kebakaran, hingga jalur evakuasi, berfungsi optimal. Menurutnya, risiko kebakaran di kawasan padat seperti Jakarta harus diantisipasi dengan kesiapsiagaan yang tinggi.

22 Jenazah Dibawa ke RS Polri Kramat Jati

Hingga Selasa malam, 22 korban meninggal telah dievakuasi dan dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi. Keluarga korban mulai berdatangan untuk memberikan data antemortem yang akan dicocokkan tim DVI Polri.

Petugas pemadam kebakaran sebelumnya berjibaku memadamkan api selama beberapa jam. Kepolisian saat ini fokus pada dua hal: mengusut penyebab kebakaran dan memastikan keluarga korban mendapatkan seluruh haknya, termasuk proses identifikasi yang cepat dan akurat.

Pos terkait