Jakarta, Faktaindonesianews.com – Dugaan penganiayaan terhadap Ketua PCNU Magetan KH Susanto oleh Kepala Desa Kebonagung, Madiun, Anton Sudjarwo (AS) memicu perhatian publik. Peristiwa ini terjadi setelah Anton diduga tersinggung isi ceramah sang kiai dalam sebuah pengajian. Meski Anton sudah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, kasus tetap berlanjut karena korban melalui LBH PCNU Magetan telah melaporkan insiden tersebut ke Polres Madiun pada Minggu (7/12).
Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Agus Andi, membenarkan laporan tersebut. Ia menyebut LBH PCNU Magetan melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan dengan terlapor berinisial AS yang juga menjabat sebagai kepala desa. “Benar, laporan masuk pada 7 Desember. Korbannya KH Susanto,” ujar Agus, Selasa (9/12).
Kronologi: Dipukul Usai Pengajian Selapanan
Berdasarkan keterangan polisi, insiden bermula setelah Susanto selesai mengisi ceramah di acara Pengajian Selapanan Muslimat NU Balerejo yang digelar di Desa Kebonagung, Balerejo, pada Minggu (30/11) sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah acara selesai dan Susanto bersiap pulang, Anton tiba-tiba menghampiri dan memukulnya.
Agus menjelaskan, pemukulan itu menyebabkan memar pada tubuh serta luka pada bibir korban. Ia menegaskan peristiwa terjadi secara tiba-tiba saat Anton merangkul korban. “Bagian tubuh terlapor mengenai bibir korban hingga menimbulkan luka,” katanya.
Meski demikian, polisi belum menjelaskan secara detail isi ceramah apa yang membuat Anton diduga tersinggung. “Ada materi yang diduga menyinggung kepala desa,” tambah Agus.
Saat ini Satreskrim Polres Madiun sudah memulai tahapan penyelidikan dengan memeriksa pelapor, terlapor, saksi, hingga tenaga medis di RS Efram Maospati yang sempat merawat korban.
Pengacara Susanto Sesalkan Insiden Kekerasan
Kuasa hukum Susanto dari LBH Ansor Mataraman, Zainal Faizin, menyayangkan dugaan penganiayaan tersebut. Ia menegaskan KH Susanto adalah tokoh agama yang sudah terbiasa mengisi pengajian di berbagai wilayah dan dikenal selalu menyampaikan materi yang menyejukkan.
Menurut Zainal, insiden pemukulan terjadi ketika keduanya berjabat tangan setelah pengajian selesai. “Begitu mau bersalaman, tiba-tiba dipukul bagian leher belakang dan bibir kanan bawah,” ujarnya.
Ia memastikan ceramah kliennya tidak mengandung unsur yang menyerang pihak tertentu. Materi yang dibawakan justru mengenai penguatan kegiatan Lazisnu, lembaga zakat, infak, dan sedekah NU. Karena itu, pihaknya belum mengetahui motif pasti pelaku melakukan pemukulan.
Kades Anton Sudjarwo Akui Kesalahan dan Minta Maaf
Di sisi lain, Anton Sudjarwo telah menyampaikan permintaan maaf terbuka atas tindakannya. Ia mengakui kesalahan dan menyebut peristiwa tersebut sepenuhnya kesalahannya.
“Saya membenarkan adanya pemukulan yang saya lakukan kepada KH Susanto. Itu murni kesalahan pribadi saya dan tindakan tidak terpuji,” ujar Anton dalam pernyataannya.
Anton juga menyatakan penyesalan mendalam dan siap menerima segala sanksi maupun konsekuensi hukum. Ia berjanji memperbaiki diri, menjaga ketertiban masyarakat, serta menghormati tokoh agama dan tokoh masyarakat.
“Jika saya mengulangi hal yang sama, saya siap diproses hukum,” tegasnya.






