Faktaindonesianews.com – Kasus dugaan peluru nyasar yang melukai dua orang di kawasan Kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (2/6/2026), kembali menjadi sorotan publik. Insiden tersebut ternyata bukan kejadian pertama, sebab peristiwa serupa sudah beberapa kali terjadi dalam kurun waktu lebih dari satu dekade terakhir.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, setidaknya sudah empat kali kasus peluru nyasar terjadi di lingkungan kampus UNP. Peristiwa serupa tercatat pernah terjadi pada tahun 2010, 2017, 2020, dan terbaru pada 2026.
Pada insiden terbaru, dua korban terkena peluru saat berada di area alun-alun depan Gedung Rektorat UNP sekitar pukul 17.00 WIB. Diduga, proyektil berasal dari lokasi latihan tembak TNI di kawasan Lapai yang berjarak sekitar 800 meter dari kampus utama UNP Air Tawar, Padang.
Korban diketahui bernama Nova Wirantika (25), mahasiswi Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial UNP, serta Guruh Guino yang merupakan rekan mahasiswa. Saat kejadian, keduanya tengah duduk bersama teman-temannya sebelum tiba-tiba terdengar suara tembakan dan peluru mengenai tubuh korban.
Rentetan Kasus Peluru Nyasar di UNP
Peristiwa peluru nyasar di lingkungan UNP ternyata sudah berulang kali terjadi. Pada tahun 2010, seorang mahasiswi Jurusan Sosiologi bernama Astuti juga dilaporkan menjadi korban peluru nyasar.
Kemudian pada tahun 2017, proyektil peluru menembus kaca lantai tiga Gedung Rektorat UNP pada malam hari. Saat itu tidak ada aktivitas di dalam gedung, namun polisi menemukan dua butir proyektil di lokasi kejadian.
Kasus serupa kembali terjadi pada Februari 2020. Sebuah proyektil peluru berukuran 5,56 milimeter ditemukan di lantai tiga Gedung LP2M setelah menembus kaca gedung rektorat.
Sekretaris UNP, Erianjoni, membenarkan bahwa insiden peluru nyasar memang beberapa kali terjadi di lingkungan kampus tersebut.
“Iya. Saya tidak ingat persisnya. Tapi bisa dilihat di jejak digital,” ujarnya kepada wartawan.
TNI Lakukan Investigasi dan Evaluasi
Kapendam I/Bukit Barisan, Letkol Kav Taufiq, membenarkan adanya dugaan peluru nyasar yang mengenai warga di kawasan UNP. Namun hingga kini pihak TNI masih melakukan investigasi untuk memastikan asal peluru tersebut.
“Memang benar ada kejadian, ada dua masyarakat kita yang kena peluru nyasar, namun belum bisa dipastikan apakah peluru itu berasal dari anggota yang sedang latihan atau bukan,” katanya.
Ia menjelaskan, pada waktu kejadian memang sedang berlangsung latihan menembak menggunakan senjata laras panjang oleh personel Batalyon di lokasi latihan sekitar 800 meter dari kampus.
“Latihan dilakukan dari pagi hingga sore hari menggunakan senjata laras panjang,” jelasnya.
Terkait sering terjadinya insiden serupa, TNI menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan lapangan tembak.
“Secara teknis lapangan tembak sudah standar, sudah dihitung lebar dan tingginya. Tapi tetap akan kami evaluasi,” tambahnya.
Korban Jalani Perawatan Intensif
Pihak UNP menyebut Rektor UNP Krismadinata langsung turun tangan begitu menerima informasi kejadian tersebut. Koordinasi segera dilakukan dengan Pangdam, aparat kepolisian hingga unsur intelijen daerah.
Tim medis kampus juga langsung membawa korban ke Rumah Sakit Hermina Padang menggunakan ambulans UNP untuk mendapatkan penanganan cepat.
Korban Nova Wirantika harus menjalani operasi karena proyektil peluru masih bersarang di paha kirinya. Sementara Guruh Guino telah mendapat tindakan medis dan dipindahkan ke RS Tentara Rekso Sudiryo Ganting Padang untuk proses pemulihan lebih lanjut.
Pihak TNI memastikan akan bertanggung jawab penuh terhadap seluruh biaya pengobatan dan perawatan korban hingga sembuh.






