Ketua KPK Setyo Budiyanto: Pemberantasan Korupsi Tidak Mudah, Integritas Pegawai Jadi Kunci Utama

Ketua KPK Setyo Budiyanto: Pemberantasan Korupsi Tidak Mudah, Integritas Pegawai Jadi Kunci Utama

Jakarta, Faktaindonesianews.com – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menegaskan bahwa upaya memberantas korupsi di Indonesia bukanlah jalan yang lurus dan mudah. Berbagai tantangan akan selalu muncul, baik dari sisi sistem, sumber daya manusia, hingga dinamika sosial dan politik. Meski demikian, Setyo menegaskan KPK tidak akan surut dan justru terus memperkuat fondasi internal lembaga antirasuah.

“KPK menyadari jalan melakukan pemberantasan korupsi tidak pernah mudah dan pasti berkelok. Namun, kami percaya ketika sistem diperbaiki, manusia diperkokoh integritasnya, dan publik terus terlibat, Indonesia bisa menjadi negeri yang lebih bersih dan adil,” ujar Setyo dalam konferensi pers capaian kinerja KPK Tahun 2025 di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (22/12).

Bacaan Lainnya

Menurut Setyo, kekuatan utama KPK terletak pada integritas dan kompetensi pegawainya. Sebagai lembaga penegak hukum, KPK hanya dapat berdiri tegak apabila seluruh sumber daya manusia di dalamnya memiliki karakter kuat, profesional, dan berpegang teguh pada nilai antikorupsi.

Sepanjang tahun 2025, KPK terus mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program peningkatan kapasitas. Pelatihan dilakukan baik di dalam negeri maupun luar negeri guna menjawab tantangan pemberantasan korupsi yang semakin kompleks.

Setyo mengungkapkan, saat ini terdapat 1.958 pegawai KPK yang secara berkelanjutan meningkatkan kompetensi mereka. Pengembangan tersebut tidak hanya menyasar aspek penegakan hukum, tetapi juga kemampuan di bidang teknologi informasi dan analisis digital.

“Di era digital seperti sekarang, kompetensi pegawai harus berkembang. Karena itu, KPK mempercepat transformasi digital melalui cetak biru KPK 2025–2029 menuju layanan yang digital by design dan sejalan dengan visi government 5.0,” jelas Setyo.

Selain penguatan internal, KPK juga menaruh perhatian besar pada kolaborasi dan kerja sama lintas negara. Di tingkat global, KPK telah menjalin 32 Mutual Legal Assistance (MLA), puluhan perjanjian kerja sama, serta aktif berperan dalam forum internasional seperti UNCAC dan OECD.

Dari sisi tata kelola lembaga, Setyo menyampaikan bahwa penyerapan anggaran KPK tahun 2025 mencapai 98,19 persen. Sementara itu, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang disetorkan KPK tercatat sebesar Rp539,6 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Semua ini menjadi upaya KPK dalam merawat organisasi agar terus menjaga kepercayaan publik,” ujar Setyo.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang selama ini aktif mengawal kinerja KPK, mulai dari pelaporan, kritik, hingga dukungan moral yang disebutnya sebagai “bahan bakar utama” perjuangan pemberantasan korupsi.

Dalam aspek penindakan, KPK sepanjang tahun 2025 telah menangani ratusan perkara, dengan 11 kasus diungkap melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT). Sebanyak 118 tersangka diproses hukum, dan Rp1,53 triliun kerugian negara berhasil dipulihkan.

Pos terkait