Ledakan Pabrik Bioteknologi di China Utara Tewaskan Delapan Orang

Ledakan Pabrik Bioteknologi di China Utara Tewaskan Delapan Orang

Faktaindonesianews.com – Sebuah ledakan terjadi di pabrik bioteknologi di China utara dan menewaskan sedikitnya delapan orang. Insiden itu terjadi di pabrik milik perusahaan bioteknologi Jiapeng yang berlokasi di Provinsi Shanxi pada Sabtu (7/2) pagi waktu setempat.

Kantor berita pemerintah China, Xinhua, sebelumnya melaporkan tujuh orang tewas dan satu orang dinyatakan hilang. Namun, pada Minggu (8/2), Xinhua mengonfirmasi satu korban tambahan ditemukan meninggal dunia sehingga total korban jiwa mencapai delapan orang.

Bacaan Lainnya

Seperti dilaporkan AFP, otoritas setempat juga telah menahan perwakilan hukum perusahaan sebagai bagian dari proses penyelidikan. Hingga kini, aparat masih melakukan operasi pembersihan dan pengamanan di lokasi kejadian.

Rekaman dari sekitar area pabrik menunjukkan kepulan asap berwarna kuning membubung dari lokasi ledakan. Aparat belum memberikan keterangan rinci terkait jenis bahan kimia yang terlibat maupun potensi dampak lingkungan akibat insiden tersebut.

Pemerintah daerah membentuk tim khusus untuk menyelidiki penyebab ledakan. Penyelidikan akan mencakup standar keselamatan kerja, prosedur operasional, serta kemungkinan kelalaian yang berujung pada kecelakaan fatal tersebut.

Kecelakaan industri bukan kali pertama terjadi di China. Sejumlah insiden serupa kerap dikaitkan dengan lemahnya pengawasan keselamatan kerja, terutama di sektor manufaktur dan industri berat.

Pada awal tahun ini, ledakan di sebuah pabrik baja di China utara menewaskan dua orang dan melukai sedikitnya 66 orang. Sebelumnya, pada Juni 2025, ledakan di pabrik kembang api di Provinsi Hunan juga menewaskan sembilan orang dan menyebabkan 26 orang lainnya mengalami luka-luka.

Serangkaian kecelakaan tersebut kembali memunculkan sorotan terhadap penerapan standar keselamatan industri di China, khususnya di tengah pesatnya aktivitas manufaktur dan produksi bahan kimia.

Pos terkait