Menteri HAM Natalius Pigai Tegaskan Pemerintah Tak Terlibat Teror terhadap Aktivis dan Influencer

Menteri HAM Natalius Pigai Tegaskan Pemerintah Tak Terlibat Teror terhadap Aktivis dan Influencer

Jakarta, Faktaindonesianews.com – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan bahwa pemerintah tidak mungkin terlibat dalam aksi teror yang belakangan menimpa sejumlah aktivis dan influencer di Indonesia. Pigai memastikan, pemerintah justru telah meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas dan mencari pelaku sebenarnya di balik rangkaian teror tersebut.

“Saya sudah minta aparat kepolisian untuk diproses, dicari siapa pelakunya,” ujar Pigai kepada wartawan di Gedung Kementerian HAM, Jakarta, Selasa (6/1).

Bacaan Lainnya

Pigai menyoroti maraknya opini yang berkembang di ruang publik terkait dugaan aktor di balik teror tersebut. Menurutnya, banyak spekulasi yang muncul tanpa didasarkan pada proses hukum yang sah. Ia menilai, hipotesis dan dugaan liar justru berpotensi menyesatkan persepsi publik.

“Opini yang berkembang itu cenderung berdasarkan perspektif influencer, aktivis civil society, atau pengamat. Mereka mereka-reka siapa aktornya, siapa pelakunya,” katanya.

Pigai menegaskan bahwa dalam negara hukum, penentuan pelaku tidak bisa didasarkan pada asumsi. Semua dugaan harus dibuktikan melalui mekanisme penyelidikan dan penyidikan oleh aparat penegak hukum.

“Hipotesa boleh saja, kita menghormati. Tapi hipotesa itu harus dipastikan melalui proses penyelidikan. Nanti kalau polisi menemukan pelakunya A, B, atau C, barulah bisa ditentukan siapa pelakunya,” jelas Pigai.

Meski proses hukum masih berjalan, Pigai menegaskan satu hal yang menurutnya sudah pasti, yakni pelaku teror tersebut bukan berasal dari pemerintah. Ia menyampaikan pernyataan itu secara tegas untuk meredam kecurigaan yang mengarah pada institusi negara.

“Yang jelas pemerintah tidak mungkin. Pemerintah tidak mungkin melakukan teror,” tegasnya.

Terkait isu kebebasan berekspresi dan kritik terhadap pemerintah, Pigai menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan yang mengekang ruang demokrasi. Ia bahkan mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa kritik merupakan bagian dari kehidupan demokrasi.

“Pak Presiden juga sudah menyampaikan bahwa kritik itu boleh. Kita negara demokrasi. Dan sampai sekarang, selama satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo, tidak ada satu keputusan pun yang mengekang kebebasan,” ujar Pigai.

Sebelumnya, publik dikejutkan dengan serangkaian aksi teror yang menyasar empat influencer, yakni Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik, DJ Donny atau Ramond Dony Adam, Sherly Annavita, dan Yama Carlos. Bentuk teror yang diterima beragam, mulai dari kiriman bangkai ayam, ancaman bom molotov, hingga teror digital dan pesan intimidatif.

Kasus ini memicu kekhawatiran publik terkait keamanan aktivis dan influencer yang kerap menyuarakan kritik maupun pandangan kritis terhadap isu sosial, lingkungan, dan politik. Aparat kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif serta pelaku di balik teror tersebut.

Pos terkait