Pantau Arus Balik, Wali Kota Bandung Sidak Terminal Leuwi Panjang dan Dorong Pendatang Urus KTP

Pantau Arus Balik, Wali Kota Bandung Sidak Terminal Leuwi Panjang dan Dorong Pendatang Urus KTP

Faktaindonesianews.com, Bandung – Di tengah arus balik Idulfitri 1447 Hijriah, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan melakukan peninjauan langsung ke Terminal Leuwi Panjang pada Rabu (25/3/2026). Kunjungan ini bertujuan memastikan pendataan penduduk berjalan optimal, sekaligus memberikan imbauan simpatik kepada para pendatang.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Bandung menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menghadirkan layanan administrasi kependudukan (adminduk) secara langsung di lokasi.

Bacaan Lainnya

Terminal Jadi Titik Krusial Arus Balik

Farhan menegaskan, Terminal Leuwi Panjang menjadi salah satu titik penting mobilitas masyarakat, terutama saat arus mudik dan balik Lebaran. Selain sebagai tempat keberangkatan, Bandung juga menjadi kota tujuan bagi banyak pendatang.

“Bandung ini bukan hanya daerah asal mudik, tapi juga tujuan. Maka kita ingin memastikan mereka yang datang kembali ke Bandung bisa tercatat dengan baik,” ujarnya.

Puluhan Pendatang Sudah Terdata

Berdasarkan data sementara Disdukcapil, setidaknya 59 warga non-permanen telah tercatat dalam kegiatan pendataan tersebut. Mayoritas merupakan usia produktif yang telah bekerja di Kota Bandung.

Melihat kondisi ini, Farhan mendorong para pendatang untuk segera mengurus perpindahan domisili agar memiliki status kependudukan yang jelas.

Urus KTP Kini Lebih Mudah dan Cepat

Farhan memastikan, proses perpindahan domisili kini semakin praktis. Pendatang hanya perlu mengurus surat pindah, dan KTP Kota Bandung dapat selesai dalam waktu maksimal tiga hari kerja.

“Hanya dengan surat pindah, KTP Kota Bandung bisa selesai maksimal tiga hari kerja. Prosesnya sederhana dan tidak berbelit,” jelasnya.

Ia menambahkan, memiliki KTP Bandung memberikan banyak manfaat, mulai dari kemudahan mengakses layanan publik hingga mempermudah pengurusan perizinan usaha dan fasilitas keuangan seperti pengajuan kredit.

Pendatang Tanpa Pekerjaan Jadi Perhatian

Meski banyak pendatang telah bekerja, Farhan mengakui masih ada sebagian yang belum memiliki pekerjaan tetap dan tinggal sementara bersama kerabat. Hal ini menjadi perhatian pemerintah untuk memastikan tidak menimbulkan persoalan sosial di kemudian hari.

Penguatan Pendataan Berbasis Lingkungan

Ke depan, Pemkot Bandung akan memperkuat sistem pendataan berbasis kewilayahan melalui optimalisasi program siskamling siaga bencana.

Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap dapat memantau pergerakan penduduk secara lebih akurat hingga tingkat RT dan RW.

“Dengan sistem kewilayahan yang kuat, kita bisa mengetahui pergerakan penduduk secara real time, sehingga kebijakan pelayanan publik bisa lebih tepat sasaran,” ungkapnya.

Pos terkait