Bandung, Faktaindonesianews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mengupayakan berbagai langkah strategis untuk mempertahankan predikat sebagai Kota Sehat. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut, komitmen ini mencakup pembenahan di sektor kesehatan masyarakat, kebersihan lingkungan, hingga penguatan partisipasi warga.
“Kota sehat itu bukan hanya bebas dari penyakit, tapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung pola hidup sehat, aman, dan nyaman bagi semua warga,” ujar Farhan dalam verifikasi lanjutan usulan Penghargaan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Jawa Barat 2025 di Balai Kota Bandung, Senin (11/8/2025).
Sejumlah program prioritas yang dijalankan Pemkot Bandung meliputi:
-
Penguatan layanan kesehatan primer di Puskesmas dan Posyandu, termasuk deteksi dini penyakit tidak menular.
-
Pengendalian polusi udara dengan memperluas ruang terbuka hijau, memperbaiki transportasi, dan memperketat pengawasan emisi.
-
Perbaikan sanitasi dan pengelolaan limbah untuk mencegah pencemaran lingkungan di kawasan padat penduduk.
-
Peningkatan akses air bersih lewat perbaikan infrastruktur dan teknologi distribusi.
-
Penataan kawasan publik yang ramah pejalan kaki, ramah difabel, dan mendorong aktivitas fisik warga.
Selain itu, Pemkot Bandung menggalakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), lomba kebersihan lingkungan, dan pembinaan kader kesehatan di tingkat kelurahan.
Farhan menegaskan, predikat Kota Sehat tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi lintas sektor. Pemkot Bandung bekerja sama dengan Forkopimda, akademisi, komunitas, dan pihak swasta untuk memperluas dampak positif.
“Dengan keterlibatan semua pihak, kami optimistis bisa mempertahankan, bahkan meningkatkan kualitas kesehatan Kota Bandung,” katanya.
Menurut Farhan, penghargaan Kota Sehat bukan sekadar prestasi, melainkan indikator kualitas hidup warga yang harus dijaga secara berkelanjutan.






