90 Sampel Air Liur Dikumpulkan untuk Penelitian
Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan sesi edukasi. Panitia juga menggelar pemutaran video testimoni pasien, pemaparan hasil program, serta pengambilan 90 sampel air liur sebagai bagian dari penelitian dan penguatan skrining genetik.
Sebanyak 484 penyandang thalasemia turut menjadi bagian dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan antara pasien dan keluarga dengan tenaga kesehatan serta peneliti. Interaksi tersebut diharapkan membantu keluarga memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai thalasemia, mulai dari pemahaman penyakit hingga pentingnya pemeriksaan genetik.
Selain itu, keterlibatan pemerintah dan institusi kesehatan memperkuat pesan bahwa penanganan thalasemia membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Pengobatan tetap penting, tetapi masyarakat juga perlu memahami langkah pencegahan dan deteksi sejak awal.
Kolaborasi Jadi Kunci Pencegahan Thalasemia
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Anak Nasional 2026 sekaligus peringatan HUT ke-103 RSHS.
Penyelenggara menggabungkan unsur edukasi, penelitian, pelayanan, dan pendampingan dalam satu kegiatan. Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi penyandang thalasemia dan keluarga untuk mendapatkan pengetahuan sekaligus berinteraksi langsung dengan tenaga kesehatan.
Pemkot Bandung melihat kolaborasi seperti ini sebagai bagian penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Pemerintah, rumah sakit, akademisi, peneliti, tenaga kesehatan, serta masyarakat dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
Upaya tersebut juga dapat memperkuat kesadaran masyarakat bahwa deteksi dini thalasemia tidak hanya berkaitan dengan pasien yang sudah mengalami gejala, tetapi juga dengan pemahaman mengenai faktor genetik dan status pembawa sifat.






