Pada 2026, pemerintah akan fokus memperkuat baseline serta profil sistem pencegahan dan penanggulangan stunting.
Kemudian pada 2027, Pemkot Bandung menargetkan sistem dan mekanisme kerja TPPS semakin kuat. Pada 2028, sistem tersebut diharapkan mampu bekerja secara terintegrasi hingga tingkat keluarga.
Selanjutnya, pada 2029 pemerintah menargetkan kinerja sistem dan outcome semakin efektif. Sementara pada 2030, sistem penanganan stunting ditargetkan sudah terlembaga, adaptif dan berkelanjutan.
Pemkot Bandung Buka Kolaborasi dengan Berbagai Pihak
Pemkot Bandung juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat upaya pencegahan stunting. Salah satunya melalui kerja sama dengan Plan International Indonesia, yang memiliki program terkait pengasuhan positif, sanitasi serta dukungan terhadap pemerintah dan pemangku kepentingan.
Salah satu program yang dinilai menarik adalah GASELOR atau Gerakan Ayah Konselor. Program tersebut mendorong keterlibatan ayah dalam membawa balita ke Posyandu secara bergantian dengan ibu.
Anhar menilai keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pemantauan kesehatan anak dapat meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pentingnya pencegahan stunting.
“Selama ini hanya mengandalkan ibu, ayahnya cuek-cuek saja. Dengan gerakan ini ada kesadaran ayah juga, berdampak baik terhadap pencegahan stunting,” tuturnya.
Zero New Stunting Jadi Target Akhir 2026
Target zero new stunting pada akhir 2026 menjadi tantangan besar bagi Pemkot Bandung. Pemerintah perlu memperbaiki sinkronisasi data, memperkuat koordinasi antarperangkat daerah, meningkatkan intervensi gizi, memperbaiki sanitasi serta mendorong perubahan perilaku di tingkat keluarga.
Upaya tersebut tidak dapat berjalan sendiri. Kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, perangkat kewilayahan, keluarga, akademisi, organisasi masyarakat dan mitra pembangunan menjadi bagian penting dalam memastikan setiap program benar-benar sampai kepada kelompok sasaran.
Dengan perbaikan sistem dan penguatan kerja lintas sektor, Pemkot Bandung berharap tidak muncul kasus stunting baru pada akhir 2026, sekaligus membangun sistem pencegahan yang lebih terintegrasi, terukur dan berkelanjutan hingga 2030.






