Faktaindonesianews.com, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan penurunan tingkat pengangguran terbuka sebagai fokus utama pembangunan ke depan. Hal ini disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kota Bandung Tahun 2026 yang digelar di Hotel Grandia, Kamis (9/4/2026).
Farhan mengungkapkan, tingkat pengangguran terbuka di Kota Bandung saat ini mencapai 7,44 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata Jawa Barat. Kondisi ini dinilai menjadi persoalan krusial karena berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan laju pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ini pekerjaan rumah yang sangat berat. Kita ingin mendorong pertumbuhan ekonomi Bandung bisa mencapai 7 hingga 8 persen dalam tiga tahun ke depan,” tegasnya.
Dorong Sektor Fashion dan Investasi
Untuk menekan angka pengangguran, Pemkot Bandung akan mengoptimalkan sektor-sektor unggulan, salah satunya industri fesyen. Farhan menilai, Bandung memiliki identitas kuat sebagai kota kreatif yang dikenal dengan tren mode.
“Bandung harus kembali ke jati dirinya sebagai kota fashion. Ini sektor potensial untuk membuka lapangan kerja baru,” ujarnya.
Selain itu, strategi utama lainnya adalah meningkatkan investasi. Menurut Farhan, investasi akan menciptakan lapangan usaha baru yang kemudian disesuaikan dengan kompetensi tenaga kerja melalui program matching.
Infrastruktur Jalan Jadi Sorotan
Di sisi infrastruktur, Pemkot Bandung juga menyoroti kondisi jalan yang mengalami penurunan kualitas. Saat ini, tingkat kemantapan jalan berada di angka mendekati 90 persen, turun dari sebelumnya di atas 95 persen.
Farhan menyebutkan, sekitar 150 kilometer jalan dalam kondisi rusak berat. Untuk itu, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp300 miliar guna melakukan perbaikan secara bertahap.
“Dalam satu hingga dua bulan ke depan, kita mulai perbaikan 17 ruas jalan dan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk percepatan,” jelasnya.
Pendatang Produktif Jadi Peluang
Menariknya, Pemkot Bandung juga melihat fenomena meningkatnya jumlah pendatang usia produktif sebagai peluang. Berdasarkan data Laci RW yang telah direkomendasikan Badan Pusat Statistik, terdapat sekitar 150.000 pendatang usia produktif di Kota Bandung.
Farhan mendorong para pendatang untuk segera mengurus administrasi kependudukan agar memiliki akses lebih luas terhadap pekerjaan dan pelatihan.
“Kalau punya KTP Bandung, peluang kerja akan lebih terbuka. Ini harus dimanfaatkan,” katanya.
DPRD dan Bapperida Dukung Perencanaan
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya menekankan pentingnya Musrenbang sebagai forum strategis untuk memastikan kebijakan tepat sasaran.
“Kami siap menjadi mitra strategis sekaligus mitra kritis agar pembangunan berjalan optimal,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Bapperida Kota Bandung, Anton Sunarwibowo mengungkapkan, Musrenbang ini menghimpun 3.452 usulan masyarakat, dengan mayoritas telah disetujui. Total anggaran indikatif yang dialokasikan mencapai Rp154 miliar.
