Bandung, Faktaindonesianews.com – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menitipkan pesan penting kepada ribuan mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM). Ia menegaskan, meskipun durasi KKNM tergolong singkat, mahasiswa diharapkan mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Herman saat melepas ribuan mahasiswa KKNM Unpad di halaman Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, Jumat (9/1/2025). Ia menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam memperkuat literasi keluarga serta literasi keterampilan hidup atau life skill di tengah masyarakat.
“Meskipun waktu pelaksanaan KKNM relatif singkat, mahasiswa diharapkan mampu memberikan dampak nyata melalui penguatan literasi keluarga dan literasi keterampilan hidup,” ujar Herman.
Menurut Herman, tantangan utama yang dihadapi masyarakat saat ini bukan hanya keterbatasan ekonomi, tetapi juga keterbatasan akses terhadap informasi dan peluang. Oleh karena itu, masyarakat perlu dibekali pengetahuan agar mampu memanfaatkan berbagai peluang yang ada, meningkatkan pendapatan, sekaligus menekan beban pengeluaran sehari-hari.
Sebanyak 3.382 mahasiswa Universitas Padjadjaran, didampingi 203 dosen pembimbing, akan diterjunkan ke 203 desa yang tersebar di 46 kecamatan di dua kabupaten di Jawa Barat, yakni Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Sumedang.
Dari total lokasi tersebut, 157 desa berada di 30 kecamatan di Kabupaten Indramayu, sementara 46 desa lainnya tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten Sumedang. Penempatan ini disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah sasaran.
Program KKNM Unpad tahun ini akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan, dimulai pada 10 Januari hingga 11 Februari 2026. Fokus utama kegiatan KKNM diarahkan pada penanganan kemiskinan dan pengelolaan sampah, dua persoalan krusial yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah Jawa Barat.
Herman menegaskan bahwa strategi penanggulangan kemiskinan pada dasarnya memiliki dua kunci utama. Pertama, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan kedua, menurunkan beban pengeluaran.
“Kunci penanggulangan kemiskinan itu ada dua, yaitu pendapatan harus ditingkatkan dan beban pengeluaran harus dikurangi. Karena itu, adik-adik mahasiswa diharapkan mampu mengantarkan masyarakat agar bisa mengakses peluang, meningkatkan pendapatan, serta mengurangi beban pengeluaran,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Arief S. Kartasasmita, menyampaikan bahwa KKN merupakan kesempatan emas bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari kehidupan masyarakat. Menurutnya, KKN tidak hanya menjadi aktivitas akademik, tetapi juga ruang pembelajaran sosial yang membentuk kepekaan dan kepemimpinan mahasiswa.
KKN berperan sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat di lapangan. Melalui interaksi langsung, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmu secara kontekstual dan solutif.
“Selamat belajar di tempat KKN. Semoga ilmu yang didapatkan dapat memberikan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat,” ujar Prof. Arief.
