Tersentuh Kisah Guru Zuhdi, Gus Miftah Hadiahkan Rp25 Juta: “Saya Ganti Semua”

Faktaindonesianews.com — Kisah pilu Ahmad Zuhdi, guru Madrasah Diniyah di Desa Cangkring B, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, menyita perhatian publik.

Setelah sempat dituntut membayar uang damai sebesar Rp25 juta oleh orang tua murid yang ditamparnya, nasib pria 60 tahun itu berbalik arah usai mendapat bantuan langsung dari pendakwah kenamaan, Gus Miftah.

Bacaan Lainnya

Gus Miftah secara khusus datang menemui Ahmad Zuhdi pada Sabtu (19/7/2025).

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh haru, ia menyerahkan uang Rp25 juta sebagai bentuk empati atas perjuangan Zuhdi sebagai pendidik.

“Uang yang kemarin dikeluarkan untuk nebus, untuk bayar uang melaporkan semuanya saya ganti,” kata Gus Miftah.

Kisah bermula ketika Ahmad Zuhdi menampar muridnya, D, karena diduga melakukan tindakan tidak pantas saat belajar.

Meski dilakukan dalam konteks pendidikan, sang ibu murid, Siti, melaporkannya dan menuntut uang damai sebesar Rp25 juta.

Setelah melalui negosiasi, nominal tersebut diturunkan menjadi Rp12,5 juta.

Zuhdi pun terpaksa berutang karena gaji yang ia terima hanya Rp450 ribu setiap empat bulan.

Perjuangan Ahmad Zuhdi yang setiap hari menempuh jarak 8 kilometer demi mengajar dengan bayaran sangat minim menggugah hati Gus Miftah.

Ia menyatakan bahwa bantuan ini adalah bentuk penghargaan atas dedikasi guru di tengah berbagai keterbatasan.

“Saya silaturahmi tidak ada kepentingan apapun. Karena saya merasa, bapak saya juga dulu guru Diniyah,” ungkap Gus Miftah.

Tak hanya uang tunai, Gus Miftah juga memberikan hadiah tambahan sebagai bentuk penghormatan kepada Ahmad Zuhdi yang dianggapnya sebagai simbol ketulusan pengabdian.

Pos terkait