Wali Kota Bandung Dorong SMAN 22 Jadi Role Model Edukasi Safety Riding bagi Pelajar

Wali Kota Bandung Dorong SMAN 22 Jadi Role Model Edukasi Safety Riding bagi Pelajar

Faktaindonesianews.com, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat upaya membangun budaya keselamatan berkendara di kalangan pelajar. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui kegiatan Launching Roadshow Honda Safety Generation 2026 yang digelar di SMAN 22 Bandung, Kamis (2/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, secara tegas mendorong SMAN 22 Bandung untuk menjadi role model bagi sekolah lain dalam menanamkan budaya tertib dan aman berkendara di kalangan siswa.

Bacaan Lainnya

Menurut Farhan, edukasi safety riding yang diberikan langsung kepada pelajar merupakan langkah strategis untuk membangun kesadaran sejak dini, terutama bagi siswa yang mulai menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi harian.

“Saya sangat berharap siswa-siswa SMA 22 bisa menjadi panutan bagi seluruh pelajar di Kota Bandung untuk menjadi pengendara motor yang baik dan aman di jalan,” ujarnya.

Farhan menilai pendekatan edukasi yang menggabungkan teori dan praktik langsung di lingkungan sekolah jauh lebih efektif. Dengan metode tersebut, siswa tidak hanya memahami aturan secara konsep, tetapi juga mampu menerapkannya dalam situasi nyata di jalan raya.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap konsep kegiatan yang dinilai mampu menjangkau pelajar secara lebih luas dan interaktif. Pembelajaran berbasis praktik, seperti penggunaan perlengkapan keselamatan hingga teknik berkendara yang benar, dinilai mampu meningkatkan pemahaman siswa secara signifikan.

“Edukasi seperti ini penting karena diberikan tanpa sekat. Anak-anak bisa langsung memahami bagaimana berkendara yang aman dan sesuai aturan,” katanya.

Selain itu, Farhan mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aspek administratif seperti kepemilikan SIM dan kelengkapan kendaraan. Bahkan, ia mengusulkan adanya layanan SIM keliling yang dapat hadir langsung di sekolah untuk mempermudah akses bagi pelajar.

Tak kalah penting, Farhan menyoroti faktor pengendalian emosi saat berkendara yang sering menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas. Ia menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dibandingkan kecepatan.

“Yang paling penting bukan kecepatan, tapi keselamatan. Dan itu dimulai dari kemampuan kita mengendalikan emosi saat di jalan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Farhan juga mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperluas program edukasi ini ke sekolah lain. Ia menyebut kerja sama dengan PT Daya Adi Cipta Motor sebagai contoh sinergi positif antara pemerintah dan sektor swasta.

Dengan adanya program ini, Pemkot Bandung berharap lahir generasi muda yang tidak hanya mahir berkendara, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan dan ketertiban lalu lintas.

Pos terkait