Faktaindonesianews.com, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan sebanyak 22.924 siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) menerima bantuan Program Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) tahun 2025. Total anggaran yang digelontorkan mencapai lebih dari Rp38 miliar, sebagai langkah konkret mencegah anak-anak dari keluarga rentan putus sekolah.
Data Dinas Pendidikan Kota Bandung mencatat, sebanyak 8.379 siswa SD menerima bantuan biaya personal dan perlengkapan sekolah dengan total anggaran lebih dari Rp12 miliar. Sementara itu, 14.545 siswa SMP memperoleh manfaat serupa dengan alokasi lebih dari Rp26 miliar.
Bantuan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar sekolah seperti seragam, sepatu, tas, hingga alat tulis. Bagi sebagian siswa, bantuan ini bukan sekadar dukungan finansial, melainkan penyemangat untuk terus belajar.
Nataly El Marco, siswa kelas 6 SD Kemala Bhayangkara, mengaku bahagia karena dapat membeli sepatu, seragam, ikat pinggang, dasi, dan topi. Menurutnya, sekolah menjadi tempat menyenangkan untuk belajar dan bertemu teman-teman.
Hal serupa dirasakan Krisna Ananda Putra. Ia memanfaatkan bantuan untuk membeli perlengkapan sekolah agar tetap semangat mengejar cita-cita menjadi kreator gim. “Senang, karena di sekolah bisa banyak teman dan dapat ilmu,” ujarnya.
Gilang Adriansyah dan Al Jenafat Odelayapi juga merasakan dampak positif program tersebut. Dengan perlengkapan baru, mereka lebih percaya diri dan nyaman mengikuti kegiatan belajar.
Tak hanya bantuan personal, Pemkot Bandung juga membangun ruang kelas baru serta merehabilitasi puluhan ruang belajar dan toilet sekolah sepanjang 2025. Langkah ini menambah daya tampung sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan belajar agar lebih sehat dan aman.
Kesimpulannya, Program Rawan Melanjutkan Pendidikan menjadi solusi nyata dalam menjaga keberlanjutan pendidikan anak-anak Bandung. Dengan dukungan anggaran yang signifikan serta perbaikan sarana sekolah, Pemkot memastikan setiap anak memiliki kesempatan belajar yang layak tanpa terhambat kondisi ekonomi.






