Angka Kematian Ibu dan Bayi di Pangandaran Rendah, Pemkab Optimistis Capai Target 2025

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Pangandaran Rendah, Pemkab Optimistis Capai Target 2025

PANGANDARAN, Faktaindonesianews.com – Pemerintah Kabupaten Pangandaran melaporkan capaian positif dalam upaya menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) sepanjang tahun 2025.

Hingga awal Mei 2025, AKI di Kabupaten Pangandaran tercatat nol kasus, menandakan belum adanya kematian ibu melahirkan yang dilaporkan.
Sementara itu, AKB tercatat hanya enam kasus, jauh di bawah target yang ditetapkan sebesar 32 kasus tahun ini.

Bacaan Lainnya

“Sampai saat ini, angka kematian ibu melahirkan di Pangandaran masih nol. Untuk angka kematian bayi baru enam kasus dari target 32. Ini perkembangan yang sangat baik,” ungkap pejabat terkait dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Rabu (1/5/2025).

Target AKI Kabupaten Pangandaran tahun 2025 ditetapkan sebanyak tiga kasus. Dengan realisasi sementara ini, Pemkab optimistis mampu menjaga angka tersebut tetap rendah hingga akhir tahun.

Upaya menekan angka kematian ini tidak lepas dari program intensif yang dijalankan, seperti penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, pendampingan kehamilan berisiko tinggi, serta peningkatan kapasitas tenaga medis di tingkat puskesmas.

Pemerintah daerah juga memperluas jangkauan layanan kesehatan berbasis komunitas dan meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas persalinan aman.

“Kami terus mendorong semua ibu hamil memanfaatkan fasilitas persalinan di faskes dan melakukan pemeriksaan rutin. Kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk mempertahankan tren ini,” tambahnya.

Keberhasilan ini dinilai menjadi bukti konkret komitmen Kabupaten Pangandaran dalam memperbaiki derajat kesehatan masyarakat dan mewujudkan target nasional penurunan AKI dan AKB.

Pos terkait