Jakarta, Faktaindonesianews.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program KPR subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Hingga pertengahan tahun 2025, BRI telah berhasil menyalurkan KPR FLPP kepada 97.878 penerima manfaat di seluruh Indonesia. Jumlah ini naik 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tak hanya jumlah penerima yang meningkat, nilai outstanding pembiayaan FLPP BRI juga mengalami pertumbuhan signifikan. Total outstanding mencapai Rp13,35 triliun, tumbuh sebesar 19,51 persen year-on-year (YoY).
Menariknya, meski jumlah dan nilai pembiayaan meningkat, kualitas kredit tetap terjaga dengan Non-Performing Loan (NPL) hanya 1,1 persen.
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menyampaikan bahwa skema FLPP menjadi bagian penting dari misi BRI dalam memperluas akses kepemilikan rumah terjangkau untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
“Peningkatan rumah subsidi tidak hanya memperluas akses hunian bagi MBR, tapi juga menciptakan efek ekonomi berantai. Sektor konstruksi, bahan bangunan, jasa tukang, logistik, hingga UMKM ikut merasakan manfaatnya,” jelas Hendy dalam keterangan resmi, Senin (28/7/2025).
Program FLPP sendiri merupakan inisiatif pemerintah melalui BP Tapera, ditujukan untuk menekan backlog perumahan nasional. Skema ini menyasar masyarakat dengan penghasilan maksimal Rp14 juta per bulan, disesuaikan berdasarkan zona wilayah dan status perkawinan.
Keunggulannya adalah bunga tetap maksimal 5 persen dan tenor kredit hingga 20 tahun, menjadikannya sangat terjangkau untuk pembeli rumah pertama.
BRI pun aktif memperluas jangkauan program ini melalui kolaborasi strategis dengan berbagai pihak. Di sektor Aparatur Sipil Negara (ASN), BRI telah menggandeng instansi seperti Kementerian PANRB, BKN, ANRI, dan LAN.
Selain itu, BRI juga menyasar pekerja sektor informal, salah satunya dengan bekerja sama dengan PT Bluebird Tbk, agar para pengemudi taksi bisa mendapatkan rumah pertama mereka.
“Kami ingin mendorong pembiayaan perumahan inklusif dan berkelanjutan, sehingga makin banyak masyarakat Indonesia yang memiliki akses nyata terhadap hunian layak,” pungkas Hendy.






