Crevolution 2025: Pemkot Bandung Dorong Pelajar Jadi Motor Ekonomi Kreatif

Crevolution 2025: Pemkot Bandung Dorong Pelajar Jadi Motor Ekonomi Kreatif

Bandung, Faktaindonesianews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sejak tingkat pelajar. Komitmen tersebut kembali ditegaskan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, saat membuka kegiatan Crevolution (Creative Revolution) 2025 di SMKN 3 Bandung, Sabtu (6/12/2025). Acara bertema “Ekonomi Kreatif Menyatukan Ide, Membangun Negeri” itu menjadi wadah besar bagi pelajar untuk mengasah kreativitas dan kepemimpinan.

Dalam sambutannya, Erwin mengapresiasi Forum Mahasiswa Bandung dan Forum OSIS Kota Bandung yang konsisten menjadi penggerak gerakan kreatif di kalangan pelajar. Menurutnya, generasi muda hari ini merupakan calon pemimpin masa depan yang harus dibekali kemampuan berpikir kreatif, kolaboratif, dan memiliki integritas kuat.

Bacaan Lainnya

“Pemuda hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Tantangannya besar, maka harus inovatif, kreatif, dan memiliki empat kualitas: spiritual, intelektual, emosional, serta kemampuan memimpin secara demokratis,” kata Erwin.

Erwin menegaskan bahwa ekonomi kreatif saat ini menjadi salah satu pilar pembangunan Kota Bandung. Pemkot memiliki visi menjadikan Bandung sebagai kota yang unggul, terbuka, amanah, maju, dan ramah, dengan fondasi keberagaman, teknologi, dan kearifan lokal sebagai kekuatannya. Visi ini, kata Erwin, hanya bisa dicapai bila ruang tumbuh bagi generasi muda terus diperluas.

Untuk itu, Pemkot Bandung kini tengah membangun UMKM Center di 30 kecamatan, menghadirkan pusat inkubasi bisnis, hingga membentuk pusat kuliner yang menjadi tempat belajar dan berlatih bagi pelaku usaha pemula—termasuk pelajar. Fasilitas tersebut dirancang untuk mendekatkan pelajar pada dunia kewirausahaan sejak dini.

“Di inkubasi bisnis, anak-anak muda dididik mulai dari literasi keuangan, digital marketing, sampai pengembangan produk. Harapannya pelajar pun bisa menapaki dunia usaha sejak dini,” tambah Erwin.

Ia menjelaskan bahwa generasi muda perlu memiliki fondasi kuat, mulai dari kesadaran agama, ilmu pengetahuan, kecintaan terhadap daerah, etika sosial, hingga keberanian berorganisasi. Kombinasi nilai tersebut diyakininya akan melahirkan pengusaha muda berdaya saing tinggi dari Bandung.

“Saya meyakini dari sini akan lahir pengusaha-pengusaha muda Kota Bandung. Kalian bukan hanya cerdas, tapi juga kreatif dan memiliki integritas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Forum OSIS Kota Bandung, Shaira Salsabila, menilai Crevolution 2025 menjadi momentum penting bagi 300 pelajar untuk menampilkan karya terbaiknya. Menurutnya, para pelajar Bandung selalu haus ruang berekspresi dan ingin berkontribusi langsung terhadap perubahan sosial.

“Pelajar Kota Bandung tidak pernah kehabisan semangat. Mereka haus ruang berekspresi dan ingin mengambil peran dalam perubahan. Karya pelajar bukan hanya hobi, tetapi punya nilai ekonomi, nilai sosial, dan nilai kemandirian,” tutur Shaira.

Ia menyebut semakin banyak pelajar yang mulai terjun ke dunia kreatif seperti perancangan brand, content creator, desain grafis, hingga pemasaran digital. Kehadiran Crevolution menjadi ruang yang memungkinkan ide berkembang menjadi peluang nyata.

“Pelajar hari ini bukan hanya harapan bangsa, tapi kekuatan nyata yang sedang bekerja dan menciptakan. Generasi kita tidak menunggu, tapi mengambil peran dan membangun arusnya sendiri,” ucapnya.

Pos terkait