Dirut BRI Buka Suara Soal Isu Pengambilalihan PNM untuk Optimalkan Penyaluran KUR

Dirut BRI Buka Suara Soal Isu Pengambilalihan PNM untuk Optimalkan Penyaluran KUR

Faktaindonesianews.com, Jakarta – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), Hery Gunardi, akhirnya angkat bicara terkait wacana pengalihan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) ke Kementerian Keuangan untuk mengoptimalkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Saat ditemui di Wisma Danantara, Hery menegaskan belum ada pembahasan resmi terkait rencana tersebut. “Belum ada. Belum ada pembicaraan,” ujarnya singkat kepada wartawan.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, struktur kepemilikan PNM saat ini berada di bawah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai pemegang saham pengendali. Karena itu, jika ada kebijakan atau aksi korporasi seperti pelepasan anak usaha, keputusan sepenuhnya berada di tangan pemegang saham.

“Kalau misalnya ada kebijakan atau sifatnya corporate action, itu tanyanya bukan ke saya, tapi ke pemilik,” tegas Hery.

Secara terpisah, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa PNM merupakan entitas bisnis publik. Jika perusahaan tersebut dialihkan untuk menjalankan Public Service Obligations (PSO), langkah itu berpotensi memengaruhi valuasi BRI sebagai induk usaha.

Purbaya mengaku tengah berdiskusi dengan CEO Danantara, Rosan Roeslani, untuk melihat kemungkinan skema tersebut dapat dijalankan atau tidak. Namun ia menegaskan, keputusan akhir tetap bergantung pada persetujuan pemegang saham.

Di sisi lain, Purbaya memaparkan bahwa subsidi bunga KUR saat ini mencapai sekitar Rp40 triliun per tahun. Ia menilai, jika penyaluran KUR difokuskan melalui PNM dengan mekanisme yang tepat, potensi kebocoran bisa ditekan dan anggaran negara lebih efisien.

Meski demikian, ia menegaskan rencana tersebut masih dalam tahap pemikiran dan pembahasan teknis, serta belum mendapatkan persetujuan resmi.

Pos terkait