Inggris Peringatkan Warganya di Negara Teluk untuk Berlindung, Perang Iran–Israel–AS Kian Memanas

Inggris Peringatkan Warganya di Negara Teluk untuk Berlindung, Perang Iran–Israel–AS Kian Memanas

Faktaindonesianews.com – Pemerintah Inggris melalui Foreign, Commonwealth & Development Office mengeluarkan peringatan darurat bagi warganya yang berada di kawasan Teluk. Di tengah eskalasi perang antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, London meminta warga Inggris di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan United Arab Emirates untuk segera mencari tempat perlindungan yang aman.

Dalam pernyataan resmi yang diunggah di akun X dan dikutip Agence France-Presse pada Minggu (1/3), Kementerian Luar Negeri Inggris menegaskan agar warga menghindari semua perjalanan kecuali yang benar-benar mendesak ke negara-negara tersebut. Pemerintah juga meminta warga Inggris yang sudah berada di sana untuk tetap berlindung dan mendaftarkan keberadaan mereka kepada otoritas setempat.

Bacaan Lainnya

Peringatan ini muncul saat konflik Iran dengan Israel dan sekutunya, Amerika Serikat, memasuki hari kedua. Serangan awal dilancarkan pada Sabtu (28/2) waktu setempat, menyasar fasilitas militer, kompleks pejabat tinggi Iran, hingga target sipil. Laporan awal menyebut ratusan korban jiwa berjatuhan, termasuk perempuan dan anak-anak.

Sedikitnya 20 provinsi di Iran dilaporkan terkena hantaman rudal. Serangan tersebut juga menewaskan sejumlah tokoh penting Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei. Selain itu, sejumlah pejabat tinggi seperti Komandan IRGC Mayor Jenderal Mohammad Pakpour, Sekretaris Dewan Pertahanan Ali Shamkhani, hingga Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh turut dilaporkan tewas. Beberapa pejabat intelijen dan penelitian strategis Iran juga masuk dalam daftar korban.

Tak hanya itu, keluarga Khamenei, termasuk putri, menantu, dan cucunya, disebut menjadi korban dalam serangan tersebut. Situasi ini memperdalam luka politik dan emosional di dalam negeri Iran sekaligus memicu respons keras dari Teheran.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan ke Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Negara-negara seperti Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab dilaporkan menjadi sasaran rudal. Selain itu, Oman dan Irak juga tak luput dari ancaman serangan.

Kondisi keamanan di kawasan pun memburuk dengan cepat. Maskapai internasional mulai mengalihkan rute penerbangan, sementara sejumlah negara meningkatkan status siaga. Seruan perlindungan dari Inggris mencerminkan kekhawatiran global bahwa konflik ini dapat meluas dan menyeret lebih banyak negara.

Pos terkait