Faktaindonesianews.com – Pemimpin lebih dari 1,4 miliar umat Katolik dunia, Pope Leo XIV, menyampaikan seruan tegas agar spiral kekerasan di Timur Tengah segera dihentikan. Seruan itu ia lontarkan menyusul meningkatnya ketegangan setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang memicu aksi balasan dan ancaman lanjutan.
Dalam doa Angelus mingguan di St. Peter’s Square, Paus menyampaikan keprihatinannya atas situasi yang berpotensi berkembang menjadi tragedi besar. Pernyataannya dikutip kantor berita Agence France-Presse.
“Menghadapi kemungkinan tragedi yang sangat besar, saya mengimbau pihak-pihak yang terlibat untuk memikul tanggung jawab moral guna menghentikan spiral kekerasan sebelum menjadi jurang yang tak dapat diperbaiki,” ujar Paus di hadapan ribuan umat yang memadati lapangan tersebut.
Ketegangan meningkat setelah serangan pada Sabtu (28/2) yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Iran kemudian melancarkan serangan balasan terhadap sekutu Amerika Serikat di kawasan. Israel pun kembali menggempur target di Iran sebagai respons atas serangan tersebut.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa membalas kematian Khamenei merupakan hak dan kewajiban negaranya. Ia bahkan berjanji akan menggunakan seluruh kekuatan Iran untuk merespons. Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memperingatkan Teheran agar tidak melanjutkan serangan, atau akan menghadapi kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Di tengah saling ancam tersebut, Paus Leo XIV menegaskan bahwa perdamaian tidak lahir dari ancaman timbal balik maupun kekuatan senjata. Ia menekankan pentingnya dialog yang masuk akal, tulus, dan bertanggung jawab sebagai satu-satunya jalan keluar dari konflik berkepanjangan.
“Stabilitas dan perdamaian tidak dibangun melalui ancaman timbal balik atau dengan senjata yang menabur kehancuran, penderitaan, dan kematian, tetapi hanya melalui dialog,” tegas Paus pertama kelahiran Amerika Serikat itu.
Tak hanya menyoroti konflik Iran dan Israel, Paus juga menyerukan kembalinya dialog mendesak antara Afghanistan dan Pakistan yang belakangan mengalami ketegangan. Ia berharap diplomasi kembali memainkan peran sentral dalam menyelesaikan konflik-konflik tersebut.
Situasi geopolitik yang memanas ini memperlihatkan betapa rapuhnya stabilitas kawasan ketika retorika militer lebih dominan dibanding diplomasi. Seruan Paus Leo XIV menjadi pengingat kuat bahwa dunia membutuhkan kepemimpinan moral dan komitmen damai, bukan eskalasi tanpa ujung.






