KTM Buruan Sae Cibangkong Jadi Model Pertanian Perkotaan Terpadu, Wali Kota Bandung Beri Apresiasi

KTM Buruan Sae Cibangkong Jadi Model Pertanian Perkotaan Terpadu, Wali Kota Bandung Beri Apresiasi

Faktaindonesianews.com, Bandung – Semangat kemandirian warga Kelurahan Cibangkong kembali mencuri perhatian. Kelompok Tani Mandiri (KTM) “Buruan Sae” yang melibatkan lintas 13 RW kini menjelma menjadi contoh nyata praktik pertanian perkotaan terpadu yang produktif, inovatif, dan berdampak sosial langsung bagi masyarakat.

Ketua Forum RW Kelurahan Cibangkong, Nandang Rustaman, menjelaskan bahwa KTM Buruan Sae mulai dirintis pada April 2023. Saat itu, kondisi lahan masih jauh dari kata ideal. Sarana dan prasarana dibangun secara bertahap, mengandalkan semangat gotong royong warga.

Bacaan Lainnya

“Awalnya tidak seperti sekarang. Kami bangun sedikit demi sedikit, selesaikan apa yang bisa dikerjakan bersama,” ujarnya.

Perubahan besar mulai terlihat pada 2024. Saat itu, kelompok ini memperoleh dukungan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP). Bantuan tersebut menjadi titik balik yang mempercepat pembenahan kawasan dan membuat pengelolaan semakin terstruktur. Sejak saat itu, kawasan Buruan Sae berkembang pesat, tidak hanya sebagai area tanam, tetapi juga menghadirkan sektor peternakan, perikanan, hingga pengolahan sampah terpadu.

Hasil panen dari kawasan ini tidak semata-mata dijual untuk keuntungan kelompok. Sebaliknya, warga memanfaatkannya untuk kegiatan sosial. Produk pertanian dan peternakan dibagikan kepada warga yang membutuhkan, termasuk mendukung program penanganan stunting di lingkungan sekitar.

Inisiatif ini semakin mendapat sorotan ketika dikunjungi Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, bersama artis sekaligus pegiat lingkungan, Irfan Hakim. Dalam kunjungannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi sekaligus pesan agar program ini terus dipertahankan dan dikembangkan.

Menurut Nandang, Wali Kota bahkan mengaku terkesan melihat keberadaan kelompok tani yang aktif di tengah kawasan perkotaan. “Beliau heran, di kota bisa ada kelompok tani seperti ini. Arahan beliau jelas, ini harus dipertahankan karena manfaatnya nyata untuk warga,” katanya.

Keunggulan KTM Buruan Sae terletak pada konsep pengelolaan terintegrasi berbasis ekonomi sirkular. Dalam satu lokasi, warga mengelola tanaman hortikultura, kandang ternak, kolam ikan, hingga sistem pengolahan sampah. Sampah organik diolah melalui budidaya maggot dan pengomposan, sementara prinsip pemilahan dan pemanfaatan ulang terus diterapkan di tingkat rumah tangga.

Model ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Bandung dalam mendorong pengurangan sampah dari sumbernya serta penguatan ketahanan pangan skala lingkungan. Letaknya yang strategis di kawasan perkotaan justru menjadi bukti bahwa keterbatasan lahan bukan alasan untuk berhenti berinovasi.

Ke depan, warga berharap KTM Buruan Sae tidak hanya menjadi kebanggaan Cibangkong, tetapi juga menginspirasi wilayah lain untuk membangun sistem serupa. Semangat kolaborasi, gotong royong, dan konsistensi menjadi fondasi utama gerakan ini. Pada akhirnya, kisah Buruan Sae Cibangkong menunjukkan bahwa ketahanan pangan, pengelolaan sampah, dan pemberdayaan warga dapat berjalan beriringan jika dikelola secara terencana dan penuh komitmen.

Pos terkait