Bandung, Faktaindonesianews.com — Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi transformasi digital dan memperkuat tata kelola kota cerdas (smart city) yang berdampak langsung bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat evaluasi implementasi smart city Kota Bandung tahun 2025 bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Selasa, 3 Februari 2026.
Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain menegaskan bahwa konsep smart city tidak boleh dipersempit hanya pada pemanfaatan teknologi semata. Menurutnya, smart city harus menjadi pendekatan pembangunan kota yang terintegrasi, berbasis data, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan warga.
“Bagi kami, smart city bukan semata soal teknologi. Ini adalah pendekatan pembangunan kota yang terintegrasi, berbasis data, inovatif dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” kata Iskandar.
Iskandar menilai evaluasi tahunan smart city menjadi ruang refleksi strategis bagi Pemkot Bandung untuk memastikan transformasi digital berjalan konsisten dan tidak berhenti pada pencapaian administratif.
“Evaluasi ini menjadi momentum strategis bagi kami untuk merefleksikan perjalanan transformasi digital dan penguatan tata kelola cerdas sepanjang tahun 2025,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, secara kebijakan implementasi smart city telah sejalan dengan arah pembangunan daerah melalui RPJMD 2025–2029 serta peta rencana Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Meski demikian, sejumlah tantangan masih perlu dibenahi secara serius.
“Secara kebijakan, smart city sudah kami dukung melalui RPJMD 2025–2029 dan peta rencana SPBE. Tetapi kami akui tantangan masih ada mulai dari integrasi sistem antar-OPD, penguatan keamanan informasi, sampai peningkatan kapasitas SDM,” ungkap Iskandar.
Ia menegaskan Pemkot Bandung terbuka terhadap kritik dan masukan dari para asesor sebagai bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan.
“Kami memandang proses evaluasi ini sebagai ruang pembelajaran. Masukan dari para asesor menjadi bekal penting bagi kami untuk menyempurnakan program ke depan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung Yayan A. Brilyana menilai Bandung memiliki modal kuat untuk terus melaju sebagai kota cerdas. Keberadaan lebih dari 100 perguruan tinggi, tingkat penetrasi internet 85 persen, serta ekosistem inovasi yang berkembang menjadi fondasi penting.
“Kota Bandung punya lebih dari 100 perguruan tinggi, tingkat penetrasi internet sudah mencapai 85 persen dan ekosistem inovasi yang terus tumbuh. Ini modal besar untuk mengembangkan smart city,” ujar Yayan.
Berbagai pengakuan dari lembaga nasional dan internasional, menurut Yayan, menempatkan Bandung sebagai salah satu kota terdepan dalam implementasi smart city di Indonesia.
“Ini bukan kebanggaan semata, tapi juga tanggung jawab untuk terus berinovasi,” katanya.
Di bidang keamanan informasi, Pemkot Bandung memperkuat perlindungan layanan digital melalui pembangunan Security Operation Center (SOC), penerapan CCTV analitik, dan panic button.
“Transformasi digital harus diimbangi dengan penguatan keamanan siber,” tegas Yayan.
Ia juga memaparkan capaian indeks pemerintahan digital Kota Bandung. Nilai SPBE mencapai 4,66 dengan kategori sangat baik, sementara Indeks Reformasi Birokrasi berada di angka 83,58 dengan peringkat A.
Dalam pelayanan publik, Pemkot Bandung menghadirkan super-app Sadayana sebagai pintu layanan terpadu bagi warga. Di sektor ekonomi, realisasi investasi tahun 2025 mencapai Rp11,92 triliun, melampaui target dan memperkuat smart economy.
Menatap 2026, Pemkot Bandung menyiapkan sejumlah program cepat (quick win), mulai dari sport tourism, ekonomi sirkular berbasis pengelolaan sampah, beautifikasi 17 ruas jalan wisata, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk layanan publik dan keamanan kota.
