Pemkot Bandung Perkuat Tata Kelola Berbasis Kinerja, Dorong Optimalisasi Simonel untuk Percepatan Pembangunan

Pemkot Bandung Perkuat Tata Kelola Berbasis Kinerja, Dorong Optimalisasi Simonel untuk Percepatan Pembangunan

Bandung, Faktaindonesianews.com – Pemerintah Kota Bandung terus mengakselerasi penguatan tata kelola pemerintahan berbasis kinerja. Upaya itu dilakukan melalui optimalisasi Sistem Informasi Manajemen Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Pembangunan (Simonel) yang kini menjadi instrumen kunci dalam memastikan pembangunan berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam Rapat Koordinasi Bagian Administrasi Pembangunan yang berlangsung di Hotel Mercure Bandung City Centre, Jumat (5/12/2025).

Dalam acara tersebut, Farhan juga memberikan apresiasi kepada perangkat daerah serta kewilayahan yang meraih Penghargaan Kinerja Pembangunan 2025. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tata kelola pembangunan tidak mungkin tercapai tanpa kerja keras aparatur.

Bacaan Lainnya

“Saya bangga menjadi bagian dari pemerintah kota dengan kemampuan tata kelola yang sangat baik. Terima kasih kepada seluruh penerima penghargaan dan para ASN yang terus menunjukkan performa luar biasa,” ujarnya.

Integritas Aparatur Jadi Fondasi Utama

Farhan mengingatkan bahwa teknologi—mulai dari SPBE, big data, hingga potensi penggunaan blockchain—tidak akan berarti jika tidak dibarengi integritas aparatur.

“Secanggih-canggihnya tata kelola, kalau aparat tidak punya integritas, semuanya percuma,” tegasnya.

Ia mencontohkan bagaimana Pemkot Bandung mampu merespons cepat situasi darurat berkat ketersediaan data real-time, termasuk Layanan Catatan Informasi RW (Laci RW) yang kini telah mencapai 100 persen meski masih memerlukan pengolahan lanjutan.

Farhan juga menyoroti sejumlah indikator yang menjadi perhatian pemerintah pusat, seperti pembaruan data Dapodik bulanan serta kewajiban perusahaan memiliki nomor identitas untuk kepentingan DBH dan DAU. Menurutnya, penguatan monitoring progres fisik dan keuangan adalah hal yang tidak bisa ditawar.

“Identifikasi kendala harus cepat. Deviasi itu wajar dalam organisasi besar. Tapi harus dilihat dan diantisipasi,” ujarnya.

Selain itu, Farhan menegaskan bahwa tahun 2026 harus menjadi momentum peningkatan layanan publik berbasis data, khususnya dari sektor Dukcapil.

“Tugas kita memastikan akuntabilitas berjalan dan layanan dasar warga terpenuhi,” katanya.

Simonel Jadi Tulang Punggung Monitoring Real-Time

Asisten Ekonomi dan Pembangunan yang juga Plt Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Dudy Prayudi, menambahkan bahwa tata kelola pemerintahan yang baik merupakan pondasi utama percepatan pembangunan.

“Good governance adalah elemen fundamental untuk mewujudkan visi Bandung Utama—unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis. Prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipasi, efektivitas, dan efisiensi harus menjadi standar setiap pelaksanaan pemerintahan,” ujarnya.

Dudy menegaskan bahwa penggunaan teknologi informasi, terutama aplikasi Simonel, telah menjadi kebutuhan mutlak dalam meningkatkan kualitas monitoring pembangunan. Aplikasi ini dapat diakses secara mobile dan terintegrasi langsung dengan Bandung Command Center, sehingga pimpinan dapat memantau capaian perangkat daerah secara cepat, akurat, dan transparan.

“Dengan aplikasi ini, pimpinan bisa melihat progres secara real-time. Pemanfaatan Simonel diharapkan dapat mempercepat pembangunan sesuai visi Bandung Utama,” kata Dudy.

Penghargaan Simonel Award 2025

Sebagai bentuk apresiasi, Pemkot Bandung menggelar Simonel Award 2025 dengan 11 kategori penghargaan:

  1. Realisasi belanja tertinggi: Dinas Kesehatan

  2. Persentase realisasi belanja tertinggi: Dispora

  3. Performa realisasi belanja tertinggi: Dispora

  4. Nilai realisasi pendapatan tertinggi: Bapenda

  5. Persentase realisasi pendapatan tertinggi: BKAD

  6. Realisasi belanja DAK fisik tertinggi: DPPKB

  7. Realisasi belanja DAK non-fisik tertinggi: Dinas Kesehatan

  8. Realisasi belanja DBHCHT tertinggi: Satpol PP

  9. Realisasi belanja bantuan keuangan provinsi tertinggi: Dinas Kesehatan

  10. Perangkat daerah lingkup Setda dengan realisasi belanja tertinggi: Bagian Kesra

  11. Perangkat daerah pengakses aplikasi Simonel tertinggi: Kecamatan Gedebage

Seluruh piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Wali Kota Bandung.

“Semoga penghargaan ini dapat memacu perangkat daerah untuk terus meningkatkan kinerja,” ujar Dudy.

Pos terkait