Solo, Faktaindonesianews.com – Plt Ketua DPC PDIP Solo Teguh Prakosa menduga keputusan FX Hadi Rudyatmo mengundurkan diri dari jabatan Plt Ketua DPD PDIP Jawa Tengah dipicu kegagalannya menggelar Konferensi Daerah (Konferda) PDIP Jateng.
Agenda konsolidasi partai tersebut sejatinya dijadwalkan berlangsung pada Selasa (16/12). Namun, DPP PDIP mengirimkan surat penundaan Konferda hingga waktu yang belum ditentukan, sehingga pelaksanaannya batal.
“Hemat saya, beliau (FX Rudy) ora pengen kewirangan (malu) karena tidak bisa melaksanakan Konferda yang diamanatkan oleh Ketua Umum,” ujar Teguh saat ditemui di Kantor DPC PDIP Solo, Kamis (18/12).
Teguh menjelaskan, masa jabatan seluruh pelaksana tugas (Plt) di struktur PDIP dibatasi hingga akhir Desember 2025. Dengan sisa waktu yang sangat terbatas, ia menilai peluang Konferda PDIP Jateng untuk terlaksana semakin kecil.
“Saya yakin beliau juga berpikir panjang. Ini sudah pertengahan Desember, apalagi setelah ada penjadwalan ulang Konferda,” katanya.
Selain faktor waktu, Teguh menyebut agenda keagamaan juga menjadi pertimbangan FX Rudy. Menjelang Natal 2025, Rudy disebut memiliki komitmen kuat terhadap kegiatan gereja.
“Tanggal 20 Desember ini kegiatan gereja sudah mulai. Pak Rudy itu tertib sekali kalau menyangkut urusan gereja,” ucap Teguh.
Meski demikian, Teguh menegaskan pengunduran diri FX Rudy belum tentu diterima. Ia menekankan bahwa penetapan jadwal Konferda sepenuhnya menjadi kewenangan DPP PDIP, sehingga keputusan akhir tetap berada di tangan pimpinan pusat.
“Kita tunggu saja apakah di minggu ini ada balasan atau tanggapan dari DPP atas surat pengunduran diri Pak Rudyatmo,” ujarnya.
Sebelumnya, FX Hadi Rudyatmo mengonfirmasi telah mengirim surat pengunduran diri kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
“Benar, saya berkirim surat meminta mundur,” kata Rudy saat dikonfirmasi, Kamis (17/12).
Surat tersebut ditandatangani pada 12 Desember 2025 dan menyatakan pengunduran diri dari jabatan Plt Ketua DPD PDIP Jawa Tengah per 17 Desember 2025. Dalam suratnya, Rudy menyebut dirinya tidak lagi mampu menjalankan tugas yang diberikan.
“Agar organisasi berjalan solid dan kompak, dengan tulus ikhlas kami mulai 17 Desember 2025 mengundurkan diri dari jabatan yang ditugaskan Ketua Umum Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri sebagai Plt Ketua DPD PDIP Jawa Tengah,” tulis Rudy.






