Bandung, Faktaindonesianews.com – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyoroti sejumlah persoalan lingkungan di RW 04, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Lengkong, mulai dari drainase, kepadatan penduduk, hingga pengelolaan sampah. Hal itu disampaikan saat ia meninjau langsung kondisi wilayah dalam kegiatan Siskamling Siaga Bencana, Selasa (7/10/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Farhan didampingi dinas terkait serta perwakilan DPRD Kota Bandung untuk melihat langsung potensi dan permasalahan yang ada di lapangan.
“Drainase di wilayah Pelajar Pejuang masih menjadi perhatian kami. Karena itu wilayah kewenangan provinsi, kami terus perjuangkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujar Farhan.
Kepadatan Penduduk Jadi Tantangan
Selain soal infrastruktur, Farhan menyoroti kepadatan penduduk di RW 04 yang sebagian besar dihuni oleh rumah kontrakan dan kos-kosan. Menurutnya, hal ini berpotensi menimbulkan berbagai masalah sosial dan kesehatan.
“Kebanyakan di RW 04 ini rumahnya digunakan untuk kos-kosan dan kontrakan. Dalam satu rumah bisa sampai delapan hingga sepuluh orang tinggal. Kepadatan ini membuat wilayah menjadi rawan terhadap penyakit seperti TBC dan stunting,” ungkapnya.
Untuk itu, ia meminta agar pendataan warga dilakukan lebih ketat, terutama bagi mereka yang tinggal sementara, guna memastikan semua masyarakat terlayani dengan baik dalam urusan kesehatan dan administrasi kependudukan.
RW 04 Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Mandiri
Meski dihadapkan pada tantangan kepadatan dan infrastruktur, Farhan mengapresiasi kesadaran warga RW 04 dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, tingkat kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah di wilayah tersebut sudah cukup tinggi.
“Setiap daerah punya tantangannya, tapi juga punya kelebihannya. Di RW 04, kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah sudah tinggi. Air bersih juga tersedia dengan baik. Bahkan wilayah ini sudah zero ODF, artinya semua rumah memiliki septic tank dan tidak ada lagi buang air besar sembarangan,” jelasnya.
Farhan menegaskan bahwa kunci utama menjaga lingkungan kota terletak pada pengolahan sampah organik di tingkat RW. “Kuncinya ada di pengolahan sampah organik di level RW. Kami akan terus dorong agar ini bisa jadi budaya di masyarakat,” tegasnya.
Partisipasi Warga Jadi Kunci Sukses
Sementara itu, Lurah Lingkar Selatan, Asep Achmad Arifin, mengungkapkan bahwa warga RW 04 telah aktif mengelola sampah organik dengan sistem komposter.
“Warga rutin mengumpulkan sampah organik seperti sisa sayur, buah, dan limbah dapur lainnya. Semua itu diproses dengan komposter yang tersedia di RW,” ujar Asep.
Ia menambahkan, pihak kelurahan secara rutin memberikan edukasi lingkungan kepada masyarakat tentang pentingnya memilah sampah sejak dari rumah.
“Kami rutin memberi edukasi kepada warga tentang pentingnya memilah sampah dari rumah. Saat ini sudah ada fasilitas pemilahan sampah organik dan anorganik, dan warga juga diimbau untuk menyetorkan sampah terpilah ke Bank Sampah RW 04,” tambahnya.






