Makassar, Faktaindonesianews.com — Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan merespons suara kader internal yang mendorong dirinya mendampingi Presiden Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Zulhas—sapaan akrab Zulkifli—mengaku enggan kembali merasakan pahitnya kekalahan setelah belasan tahun berada di luar lingkar kemenangan nasional.
“Saya ini kan kalah 15 tahun, masa saya menang sebentar,” ujar Zulhas saat ditemui di Makassar, Jumat (6/2).
Pernyataan itu mencerminkan sikap realistis sekaligus kehati-hatian Zulhas dalam membaca peta politik ke depan. Ia menegaskan fokus utamanya saat ini ialah menjaga kemenangan PAN yang berhasil diraih dalam kontestasi politik terakhir, sekaligus memastikan konsistensi performa partai di pemerintahan.
Zulhas tidak menutup kemungkinan ambil peran lebih besar pada 2029. Namun, ia menekankan ambisi itu harus selaras dengan keberlanjutan kemenangan, bukan sekadar euforia sesaat. “Maunya menang sampai sukses, 2 kali, beberapa kali gitu loh,” kata Zulhas.
Sikap tersebut mendapat dukungan terbuka dari jajaran elite PAN. Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno menegaskan partainya tetap konsisten berada di barisan pendukung Prabowo. Menurut Eddy, PAN memiliki rekam jejak politik yang jelas dan konsisten dalam tiga kontestasi pilpres terakhir.
“Kita sudah 3 kali mendukung Bapak Presiden Prabowo, satu-satunya partai di luar Gerindra yang konsisten mendukung Pak Prabowo 3 kali dalam 3 Pilpres. Bagi kita, itu sudah pilihan natural untuk mendukung beliau kembali nanti di tahun 2029,” ujar Eddy.
Lebih jauh, Eddy secara terbuka mengusulkan Zulkifli Hasan sebagai figur yang layak mendampingi Prabowo. Ia menilai pasangan tersebut dapat memperkuat soliditas internal partai sekaligus menggerakkan mesin politik PAN hingga ke akar rumput.
“Kalau ditanyakan hari ini, saya dukung Pak Zulhas mendampingi Pak Prabowo di tahun 2029 tentu. Bagi saya, itu juga akan menghidupkan mesin partai. Kader-kader juga akan tergerak untuk mendukung ketua umumnya,” ucap Eddy.
Dorongan ini menempatkan PAN pada posisi strategis dalam dinamika awal Pilpres 2029. Meski tahapan pemilu masih jauh, sinyal politik dari elite PAN menunjukkan arah yang relatif jelas: melanjutkan koalisi dengan Prabowo sambil menyiapkan kader internal sebagai pemain kunci.






