173 Pengurus IKA Unpad Kota Bandung Dilantik, Dicky Wishnumulya Fokus Satukan Potensi Alumni

Faktaindonesianews.com, Bandung – Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) Pengurus Kota Bandung resmi melantik 173 jajaran pengurus periode 2026–2030 di Pendopo Kota Bandung, Minggu, 1 November 2026. Kepengurusan baru ini membawa misi menyatukan potensi alumni, memperluas jejaring profesional, dan memperkuat kontribusi bagi pembangunan Kota Bandung.

Ketua IKA Unpad Pengurus Kota Bandung, Dicky Wishnumulya, menyebut kepemimpinan periode kedua yang dipercayakan kepadanya sebagai tanggung jawab untuk menghimpun dan menggerakkan seluruh potensi alumni.

Bacaan Lainnya

Ia ingin menjadikan IKA Unpad sebagai rumah bersama yang mampu merangkul alumni dari berbagai latar belakang serta menghadirkan manfaat nyata.

“Menjadi Ketua IKA Unpad bukan tentang siapa yang berada di depan, tetapi bagaimana kita memastikan seluruh keluarga besar alumni dapat melangkah bersama. Kita ingin membangun rumah besar alumni yang guyub, terbuka, dan memberikan manfaat nyata,” ujar Dicky.

173 Pengurus Berasal dari Berbagai Latar Belakang

Sebanyak 173 pengurus yang dilantik berasal dari beragam fakultas, angkatan, profesi, dan keahlian. Mereka mengisi sejumlah struktur organisasi, mulai dari Dewan Penasihat, Dewan Pengawas, Dewan Pembina, hingga pengurus harian dan berbagai bidang.

Kepengurusan tersebut mengusung tema “Alumni sebagai Network of Talent: Menyatukan Talenta, Membangun Sinergi, Menciptakan Dampak.”

Melalui tema ini, IKA Unpad Kota Bandung ingin mengoptimalkan keberagaman kemampuan alumni sebagai kekuatan untuk membangun kolaborasi dan menghasilkan kontribusi yang lebih luas.

Dicky menjelaskan, organisasi menetapkan tiga prioritas utama selama periode 2026–2030, yaitu:

  1. Memperkuat silaturahmi dan solidaritas antaralumni.
  2. Memperluas jejaring profesional, kolaborasi, serta pemberdayaan ekonomi alumni.
  3. Meningkatkan kontribusi sosial dalam bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan kemanusiaan.

Ia menegaskan bahwa IKA Unpad tidak ingin hanya dikenal melalui gagasan atau kegiatan seremonial. Organisasi harus mampu menghasilkan karya dan program yang memberikan manfaat bagi alumni, almamater, maupun masyarakat.

“Tidak ada yang kalah. Yang menang adalah persaudaraan, kebersamaan, dan keluarga besar alumni Universitas Padjadjaran,” ungkapnya.

Alumni Diminta Banggakan Almamater Lewat Karya

Sementara itu, Pembina Tunggal IKA Unpad Kota Bandung, Agung Firmansyah Sumantri, mengingatkan bahwa kebanggaan terhadap almamater perlu diwujudkan melalui karya dan pengabdian.

Menurutnya, status sebagai lulusan Universitas Padjadjaran harus menjadi dorongan untuk memberikan kontribusi positif di lingkungan kerja maupun masyarakat.

“Alumni jangan hanya bangga dengan almamaternya, tetapi harus membuat almamaternya bangga melalui karya dan pengabdiannya,” tutur Agung.

Ia juga mendorong alumni mengambil peran aktif dalam pembangunan dan tidak sekadar menjadi penonton. Nilai Masagi, yang mencakup integritas, kompetensi, kolaborasi, dan kontribusi, diharapkan menjadi pedoman dalam menjalankan peran tersebut.

Farhan Jadi Ketua Dewan Penasihat, Perkuat Sinergi dengan Pemkot

Dalam susunan kepengurusan periode 2026–2030, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dipercaya menjadi Ketua Dewan Penasihat IKA Unpad Kota Bandung.

Kehadiran Farhan dalam struktur tersebut diharapkan membuka ruang kolaborasi antara jaringan alumni dan Pemkot Bandung. Beberapa bidang yang menjadi peluang kerja sama meliputi pengembangan sumber daya manusia, kewirausahaan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Potensi tersebut juga didukung keberadaan alumni Unpad yang saat ini bekerja sebagai aparatur sipil negara di lingkungan Pemkot Bandung. Jejaring ini diharapkan mampu memperkuat solidaritas, profesionalisme, dan kerja sama dalam meningkatkan pelayanan publik.

Farhan menyambut baik peluang kolaborasi tersebut. Ia menilai Unpad memiliki kapasitas akademik dan penelitian yang dapat mendukung kebutuhan pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan.

Sejumlah kerja sama penelitian antara Unpad dan Pemkot Bandung juga telah berjalan, termasuk kajian dampak ekonomi program Prakarsa serta penelitian mengenai dampak pengelolaan sampah.

“Kalau pekerjaan di bidang akademik dan penelitian, Unpad mah sudah mumpuni. Pemerintah Kota Bandung tentu bisa berkolaborasi,” ujar Farhan.

IKA Unpad Perluas Jaringan dan Kontribusi

Ke depan, IKA Unpad Kota Bandung berkomitmen memperkuat hubungan dengan Universitas Padjadjaran, IKA Unpad pusat, serta IKA Unpad Jawa Barat. Hubungan tersebut diharapkan memperluas peluang kerja sama sekaligus memperkuat peran alumni dalam berbagai sektor.

Kepengurusan baru juga menghadapi tantangan untuk menerjemahkan tiga prioritas organisasi menjadi program yang berkelanjutan dan dapat dirasakan manfaatnya.

Keberhasilan IKA Unpad Kota Bandung periode 2026–2030 pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh jumlah kegiatan, tetapi juga oleh kuatnya persaudaraan, luasnya kolaborasi, dan kontribusi nyata para alumni. Dengan menyatukan berbagai talenta dan keahlian, organisasi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi almamater, pemerintah, dan masyarakat.

Pos terkait