Polisi Gunakan KRL untuk Gerebek Kampung Bahari, 27 Orang Ditangkap dalam Operasi Narkoba

Faktaindonesianews.com – Aparat kepolisian menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line untuk menjangkau Kampung Bahari, Jakarta Utara, saat melakukan operasi penggerebekan narkoba pada Minggu (1/11/2026). Perjalanan melalui jalur rel tersebut menjadi bagian dari strategi petugas untuk memasuki kawasan dari berbagai arah.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa perjalanan kereta luar biasa (KLB) rute Jakarta Kota–Tanjung Priok sekitar pukul 06.25 WIB merupakan hasil koordinasi antara kepolisian dan KAI Commuter.

Bacaan Lainnya

“Dapat kami sampaikan bahwa perjalanan Commuter Line Jakarta Kota-Tanjung Priok pada hari ini, Minggu sekitar pukul 06.25 WIB dengan perjalanan KLB merupakan hasil koordinasi dari pihak kepolisian kepada KAI Commuter untuk mobilitas hingga ke Tanjung Priok,” ujar Karina dalam keterangan resmi.

KAI Commuter Pastikan Operasional Tetap Berjalan

Karina memastikan perjalanan khusus tersebut tidak mengganggu operasional reguler Commuter Line menuju Tanjung Priok.

Namun, KAI Commuter mencatat tiga perjalanan KRL Jakarta Kota–Tanjung Priok mengalami keterlambatan antara 4 hingga 19 menit. Kondisi itu terjadi akibat kerumunan warga di sekitar jalur rel ketika petugas melaksanakan penggerebekan.

“Terdapat tiga perjalanan Commuter Line Jakarta Kota-Tanjung Priok mengalami keterlambatan 4-19 menit yang disebabkan oleh kerumunan warga di rel dalam proses penggerebekan yang dilakukan,” jelasnya.

Atas keterlambatan tersebut, KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jasa. Perusahaan juga memastikan perjalanan khusus kepolisian tidak mengubah pola operasional reguler secara keseluruhan.

Video Polisi Naik KRL Viral di Media Sosial

Penggunaan KRL oleh aparat kepolisian dalam operasi tersebut turut menarik perhatian masyarakat setelah sebuah video beredar di media sosial.

Salah satunya diunggah akun Instagram @infojkt24. Dalam rekaman itu, sejumlah personel kepolisian terlihat memenuhi gerbong KRL. Beberapa petugas mengenakan helm dan membawa tameng sebagai perlengkapan pengamanan.

Video tersebut juga memperlihatkan suasana ketika kereta berhenti di kawasan Kampung Bahari. Setelah pintu terbuka, para personel turun dari gerbong untuk melanjutkan pergerakan menuju lokasi operasi.

Penggunaan transportasi umum melalui koordinasi resmi dengan KAI Commuter itu menjadi salah satu cara petugas menjangkau kawasan sasaran dari sisi jalur rel.

Polisi Gerebek Kampung Bahari, 27 Orang Ditangkap

Penggerebekan narkoba di Kampung Bahari melibatkan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, serta Badan Narkotika Nasional (BNN).

Dirresnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Bismo Teguh Prakoso, mengatakan petugas melakukan penyisiran secara serentak dari sejumlah arah. Operasi tersebut melibatkan berbagai unsur kepolisian dan lembaga terkait untuk memperluas jangkauan penindakan.

“Kita melakukan penggerebekan dari berbagai sisi. Ada dari berbagai arah. Oleh karena itu kita lakukan serempak, kemudian kita berkolaborasi dengan semua pihak, dari BNN, dari Bareskrim, kemudian dari Polda Metro Jaya, Brimob, dan lain sebagainya,” kata Bismo kepada wartawan, Minggu.

Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan 27 orang yang diduga terlibat dalam perkara narkoba. Penyidik akan memeriksa mereka lebih lanjut untuk mendalami dugaan keterlibatan masing-masing.

Sabu, Ganja, Ekstasi hingga Senjata Disita

Selain mengamankan puluhan orang, petugas juga menyita sejumlah barang bukti dari lokasi penggerebekan. Barang-barang tersebut antara lain sabu, ganja, ekstasi, mesin pencetak ekstasi, serta alat isap sabu atau bong.

Petugas juga menemukan senjata tajam, senjata api, dan uang tunai yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkoba.

Bismo menjelaskan, uang tunai tersebut ditemukan bersama barang bukti ganja. Penyidik akan mendalami asal-usul uang dan kaitannya dengan dugaan transaksi narkotika.

“Uang tunai (juga) ada. Hasil jadi satu sama barang bukti ganjanya. Jadi hasil penjualan ditaruh di situ berikut ganjanya, juga dengan uang tunainya,” ucap Bismo.

Pengungkapan di Kampung Bahari ini masih berlanjut melalui pemeriksaan terhadap 27 orang yang diamankan serta pendalaman barang bukti. Polisi akan menelusuri dugaan jaringan dan aktivitas peredaran narkoba di kawasan tersebut berdasarkan hasil penyidikan lebih lanjut.

Pos terkait