Faktaindonesianews.com, Sukabumi – Kasus meninggalnya anak berinisial NS (12) di Sukabumi terus menyita perhatian publik. Tim medis dari Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi mengungkap temuan penting dari hasil autopsi terhadap tubuh korban yang diduga mengalami penganiayaan oleh ibu tirinya.
Kepala rumah sakit, Carles Siagian, menyampaikan bahwa tim forensik menemukan sejumlah luka bakar di beberapa bagian tubuh NS. Luka tersebut tersebar di anggota gerak, khususnya kaki kiri, punggung, hingga area bibir dan hidung yang diduga terkena panas.
“Ditemukan anak usia 12 tahun dengan luka bakar di anggota gerak, di kaki kiri, kemudian ada beberapa luka juga di punggung. Luka bakar juga ada di area bibir dan hidung yang diduga karena panas,” ujar Carles.
Tak hanya luka luar, tim medis juga menemukan adanya pembengkakan pada organ vital korban. Jantung dan paru-paru terpantau sedikit membesar saat diperiksa. Namun, pihak rumah sakit belum dapat memastikan apakah kondisi itu berkaitan dengan dugaan kekerasan atau riwayat penyakit sebelumnya.
Visum Polisi: Luka Lecet hingga Trauma Tumpul
Hasil visum yang disampaikan penyidik memperkuat dugaan adanya tindak kekerasan. Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Hartono, menjelaskan bahwa terdapat luka lecet di wajah, leher, dan anggota gerak korban. Selain itu, ditemukan luka bakar derajat 2A di beberapa titik serta lebam merah keunguan yang mengindikasikan trauma tumpul.
Temuan tersebut sejalan dengan video yang sempat viral di media sosial. Dalam rekaman itu, terlihat kedua mata korban membiru akibat lebam parah. Di bagian paha juga tampak luka terbuka yang menyerupai bekas siraman air panas.
Bantahan Ibu Tiri dan Klaim Penyakit
Di sisi lain, ibu tiri korban berinisial TR (46) membantah keras tuduhan penganiayaan. Dalam pernyataan tertulis melalui pesan singkat, ia menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan kekerasan terhadap NS.
“Tuduhan dari netizen seperti berita itu semua tidak benar. Saya tidak sekeji itu,” ujarnya.
TR mengklaim bahwa NS memiliki riwayat penyakit serius, yakni kanker darah leukemia dan autoimun. Ia menyebut kondisi kulit melepuh terjadi karena faktor penyakit dan “panas dalam”, bukan akibat kekerasan.
Kesaksian Ayah Kandung
Ayah kandung korban, Anwar Satibi (38), mengaku terkejut saat melihat kondisi anaknya sepulang bekerja dari Kota Sukabumi. Ia mengaku dipanggil istrinya untuk segera pulang karena kondisi NS memburuk.
“Setibanya di rumah, saya lihat tubuhnya melepuh. Saya tanya kenapa? Dia jawab, ini kan sakit panas, makanya melepuh,” tutur Anwar.
Korban kemudian dilarikan ke RSUD Jampangkulon. Di rumah sakit, NS sempat memberikan keterangan bahwa dirinya dianiaya dan dipaksa meminum air panas oleh ibu tirinya. Pernyataan itu menjadi salah satu poin penting dalam penyelidikan.
NS akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (19/2) sekitar pukul 16.00 WIB.






