GARUT, Faktaindonesianews.com — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Garut, Nevi Hendri, menegaskan pentingnya data dan indikator yang akurat sebagai dasar perencanaan dan evaluasi pembangunan daerah. Penegasan ini disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi dan Diskusi Indikator Pembangunan Acuan RPJMD 2025–2030 di Mini Auditorium Kampus 4 Universitas Garut (Uniga), Selasa (6/5/2025).
Menurut Nevi, kesalahan membaca data dapat menyebabkan target pembangunan daerah menjadi bias dan sulit tercapai. “Birokrat tidak harus memahami rumus statistik secara detail, tetapi penting untuk memahami cara membaca dan menginterpretasikan angka-angka tersebut sebagai dasar kebijakan,” ujarnya.
Nevi juga menyoroti tugas BPS dalam melakukan pembinaan data statistik sektoral yang dihasilkan oleh setiap SKPD. Ia mengapresiasi peran Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut dalam memperbaiki kualitas data, serta mendorong kolaborasi aktif antara BPS dan seluruh SKPD untuk mendukung tercapainya visi misi kepala daerah.
Sementara itu, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyampaikan bahwa indikator pembangunan yang jelas dan terukur sangat penting agar hasil kerja pemerintah daerah bisa tercermin secara statistik. Syakur menyoroti adanya kebingungan dalam memahami data kemiskinan nasional yang kerap kali berbeda-beda.
“Kemarin saya lihat data dari statistik yang mengatakan bahwa di Indonesia itu hampir 60% di bawah garis kemiskinan meskipun itu dibantah oleh BPS hanya 20%. Di sini ada dua kemungkinan, pertama tidak terhitung dan kedua tidak tahu cara menghitungnya,” ujar Syakur.
Karena itu, ia menekankan pentingnya memahami perhitungan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan substansi di baliknya, agar pembangunan berjalan lebih terarah dan terukur. Bupati berharap keterlibatan BPS dapat memastikan seluruh indikator pembangunan disusun dengan benar dan sesuai kebutuhan.






