Disdikbud Kota Banjar Dorong Pendirian Museum untuk Pelestarian Sejarah dan Edukasi Generasi Muda

Disdikbud Kota Banjar Dorong Pendirian Museum untuk Pelestarian Sejarah dan Edukasi Generasi Muda

Banjar, Faktaindonesianews.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banjar, Jawa Barat, menyatakan komitmennya untuk mendorong pendirian sebuah museum daerah yang berfungsi sebagai pusat penyimpanan benda bersejarah sekaligus destinasi wisata edukasi. Langkah ini mencuat setelah ditemukannya artefak di kawasan Situs Rajegwesi, Senin (17/11/2025), yang semakin menegaskan pentingnya ruang pelestarian budaya di Kota Banjar.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Banjar, Tatang Heryanto, menjelaskan bahwa upaya mendirikan museum sudah menjadi kebutuhan mendesak. Selama ini, penyimpanan benda bersejarah dan warisan budaya Banjar masih menumpang di museum milik Pemerintah Kabupaten Ciamis. Kondisi tersebut dianggap tidak ideal untuk menjaga kelestarian benda-benda bernilai sejarah tinggi.

Bacaan Lainnya

“Kami akan upayakan agar ke depan Kota Banjar memiliki museum seperti daerah kabupaten/kota lain. Upaya ini tentu mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya serta Perda Kota Banjar Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,” ujarnya kepada wartawan.

Museum Menjadi Kebutuhan untuk Pelestarian Warisan Budaya

Tatang menegaskan bahwa keberadaan museum bukan hanya sebagai tempat penyimpanan, tetapi juga sarana edukasi yang mampu mengenalkan sejarah kepada generasi muda. Menurutnya, temuan artefak di kawasan Rajegwesi menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mempercepat rencana pembangunan museum.

“Sekarang penyimpanan benda bersejarah kita masih di Ciamis. Kita akan upayakan agar ke depan memiliki museum sendiri agar warisan budaya tetap terjaga,” tambahnya.

Ia meyakini bahwa museum dapat menjadi ruang publik yang bermanfaat untuk penelitian, pembelajaran, dan pengembangan wawasan kebudayaan, sehingga masyarakat Banjar tidak perlu lagi bergantung pada fasilitas daerah lain.

Budayawan Dukung Penuh Upaya Pendirian Museum

Dukungan terhadap rencana tersebut datang dari berbagai pihak, salah satunya budayawan Ki Demang Wangsafyudin. Ia menyebut pembangunan museum adalah sebuah keharusan untuk menjaga keberlanjutan benda cagar budaya. Menurutnya, banyak peninggalan sejarah di Banjar yang perlu dirawat secara profesional agar tidak rusak atau hilang.

“Museum memang perlu untuk mengenalkan warisan budaya kepada generasi kita. Saya sendiri memiliki museum pribadi di rumah untuk menyimpan warisan budaya seperti keris,” tuturnya.

Ki Demang menilai museum akan memperkuat identitas budaya masyarakat Banjar sekaligus mendorong pemahaman sejarah lokal yang selama ini belum tersampaikan secara luas.

Pos terkait