Polda Jawa Barat Siapkan Tim Urai Motor Senyum untuk Atasi Kemacetan Mudik Lebaran 2026

Polda Jawa Barat Siapkan Tim Urai Motor Senyum untuk Atasi Kemacetan Mudik Lebaran 2026

Faktaindonesianews.com, Bandung – Menghadapi lonjakan kendaraan saat arus mudik Idulfitri 2026, Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat menyiapkan strategi khusus untuk menjaga kelancaran lalu lintas. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membentuk Tim Urai Motor Senyum, sebuah tim khusus yang akan bertugas mengurai kemacetan sekaligus memberikan pelayanan humanis kepada para pemudik di jalur utama.

Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Barat, Raydian Kokrosono, menjelaskan bahwa tim tersebut telah mendapatkan pelatihan khusus sebelum diterjunkan ke lapangan. Pelatihan itu tidak hanya fokus pada teknis pengaturan lalu lintas, tetapi juga pada kemampuan komunikasi yang humanis serta pengelolaan kondisi psikologis di situasi padat kendaraan.

Bacaan Lainnya

Menurut Raydian, dua pekan menjelang puncak arus mudik menjadi periode krusial bagi para petugas di lapangan. Oleh karena itu, anggota tim dibekali pelatihan public speaking dan pendekatan psikologis, agar mampu menghadapi masyarakat dengan cara yang lebih persuasif.

“Dalam dua minggu ke depan kita akan menghadapi situasi yang menuntut keahlian dan kesabaran tinggi. Karena itu, kami memberikan pelatihan komunikasi dan psikologi agar petugas bisa berinteraksi dengan masyarakat secara baik dan humanis,” ujar Raydian pada Minggu (8/3/2026).

Fokus Pengamanan di Jalur Mudik Utama

Tim Urai Motor Senyum akan difokuskan pada beberapa jalur strategis yang selama ini dikenal menjadi titik padat arus mudik. Di antaranya adalah jalur Tol Trans Jawa, jalur Pantai Utara Jawa (Pantura), serta jalur Jalur Selatan Jawa yang kerap menjadi alternatif bagi pemudik.

Para personel tim juga telah menjalani simulasi penanganan kemacetan sebagai bagian dari persiapan menghadapi kondisi nyata di lapangan. Simulasi ini bertujuan memastikan seluruh anggota siap bergerak cepat ketika terjadi kepadatan lalu lintas atau situasi darurat lainnya.

Raydian menilai tantangan terbesar bagi petugas di lapangan bukan hanya kemacetan kendaraan, tetapi juga respons masyarakat yang terkadang belum sepenuhnya menerima teguran dari petugas.

“Kendala yang mungkin terjadi adalah ketika masyarakat belum bisa menerima arahan petugas. Karena itu kami latih anggota agar dapat menyampaikan pesan secara santun, humanis, dan efektif,” jelasnya.

Personel Disiagakan di Titik Strategis

Dalam pelaksanaannya, Tim Urai Motor Senyum akan ditempatkan di sejumlah titik strategis yang menjadi pusat aktivitas pemudik. Salah satunya di rest area KM 57 dan KM 63, yang dikenal sebagai lokasi favorit pengendara untuk beristirahat.

Di kedua rest area tersebut, masing-masing akan ditempatkan sekitar 20 personel yang siap membantu pemudik sekaligus mengatur arus kendaraan agar tidak terjadi penumpukan. Sementara di rest area lainnya maupun jalur arteri, minimal 10 personel akan disiagakan di setiap titik.

Selain mengatur lalu lintas, tim ini juga akan bergerak cepat jika terjadi berbagai kendala di jalan, seperti kendaraan mogok, kehabisan bahan bakar, atau gangguan teknis lainnya yang berpotensi memicu kemacetan panjang.

“Jika ada mobil mogok atau kendaraan mengalami masalah di jalur yang sudah kami plot, tim akan segera bergerak membantu sekaligus mengurai kepadatan,” kata Raydian.

Pos terkait