Faktaindonesianews.com – Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih. Pelantikan yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4) ini menjadi reshuffle kelima sejak ia resmi menjabat pada 20 Oktober 2024.
Dalam perombakan kali ini, Prabowo melantik enam pejabat baru di lingkungan kementerian dan lembaga negara. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya penyegaran struktur pemerintahan sekaligus memperkuat kinerja kabinet.
Qodari Geser Posisi, Kini Pimpin Badan Komunikasi Pemerintah
Salah satu sorotan utama dalam reshuffle ini adalah penunjukan M. Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Ia menggantikan Angga Raka Prabowo.
Sebelumnya, Qodari menjabat sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Ini menjadi posisi ketiga yang ia emban sejak Prabowo menjabat sebagai Presiden.
Karier Qodari di lingkaran kekuasaan terbilang cepat. Ia sempat menjadi Wakil Kepala KSP mendampingi A. M. Putranto sebelum akhirnya dipercaya menduduki jabatan strategis lainnya.
Dudung Abdurachman Jabat Kepala KSP, Rangkap Tugas Sementara
Posisi Kepala KSP yang ditinggalkan Qodari kini diisi oleh Dudung Abdurachman. Mantan KSAD tersebut juga masih merangkap sebagai penasihat khusus Presiden bidang pertahanan nasional.
Dudung memastikan akan membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
“Sebagai KSP, saya menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah. Laporan masyarakat akan dibuka 24 jam,” ujarnya.
Dengan penunjukan ini, Dudung menjadi purnawirawan jenderal ketiga yang pernah menduduki jabatan Kepala KSP setelah era Joko Widodo, yang sebelumnya diisi oleh Luhut Binsar Pandjaitan dan Moeldoko.
Hasan Nasbi dan Abdul Kadir Karding Kembali ke Pemerintahan
Reshuffle ini juga menjadi momentum kembalinya sejumlah nama ke lingkar kekuasaan. Hasan Nasbi ditunjuk sebagai penasihat khusus presiden bidang komunikasi.
Sementara itu, Abdul Kadir Karding dipercaya memimpin Badan Karantina Indonesia (Barantin). Sebelumnya, Karding sempat menjabat sebagai Menteri P2MI sebelum terkena reshuffle pada September 2025.
Tokoh Buruh Jumhur Hidayat Masuk Kabinet
Nama baru yang mencuri perhatian adalah Jumhur Hidayat. Ia dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup, menggantikan Hanif Faisol Nurofiq.
Hanif sendiri kini mendapat tugas baru sebagai Wakil Menteri Koordinator Pangan, mendampingi Zulkifli Hasan.
Masuknya Jumhur dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat representasi kelompok buruh dalam kebijakan pemerintah.
Strategi Penyegaran Kabinet dan Penguatan Kinerja Pemerintah
Reshuffle ini menunjukkan strategi Prabowo dalam menjaga stabilitas sekaligus meningkatkan efektivitas pemerintahan. Perpaduan antara wajah lama dan baru diharapkan mampu membawa energi segar serta mempercepat realisasi program-program prioritas nasional.
Selain itu, penempatan figur dengan latar belakang militer, politik, hingga aktivis menunjukkan pendekatan inklusif dalam membangun kabinet yang adaptif.






