Faktaindonesianews.com – Salt bread tengah menjadi salah satu jenis roti yang semakin populer di Indonesia. Roti dengan tampilan sederhana ini kini mudah ditemukan di berbagai bakery, toko roti, hingga kafe. Perpaduan rasa gurih, sedikit manis, aroma mentega, serta tekstur renyah di luar dan lembut di dalam membuat salt bread digemari banyak orang.
Meski identik dengan Korea Selatan, salt bread ternyata diyakini bukan pertama kali diciptakan di Negeri Ginseng. Roti ini disebut berasal dari toko roti Jepang Pain Maison sebelum kemudian berkembang dan populer di Korea Selatan.
Di Korea, salt bread bahkan berkembang menjadi bagian dari pilihan roti sehari-hari. Salah satu bakery yang terkenal dengan menu tersebut adalah Jayeondo Sogeumpang, yang popularitasnya membuat pelanggan rela mengantre untuk mencicipinya.
Apa Itu Salt Bread?
Secara sederhana, salt bread merupakan roti dengan adonan yang diolesi mentega, kemudian digulung dan diberi taburan garam kasar di bagian atasnya.
Bentuknya sekilas menyerupai croissant. Namun, karakter teksturnya berbeda. Saat dipanggang, mentega yang meleleh akan mengalir ke bagian bawah adonan dan menghasilkan permukaan yang renyah.
Sementara itu, bagian dalam roti tetap terasa lembut dan kenyal.
Menariknya, nama salt bread tidak berarti roti ini memiliki rasa asin yang dominan. Garam justru memberikan sentuhan gurih yang berpadu dengan rasa sedikit manis dari adonan serta aroma mentega.
Karakter tersebut membuat rasanya relatif seimbang dan tidak mudah membuat bosan.
Salt Bread Punya Tekstur yang Unik
Salah satu alasan salt bread populer adalah karakter teksturnya yang seolah menggabungkan beberapa jenis roti sekaligus.
Bagian luarnya memiliki sensasi renyah, sementara bagian dalamnya lembut dan sedikit kenyal. Lapisan mentega memberikan aroma serta rasa yang mengingatkan pada croissant.
Karena itu, salt bread sering dianggap memiliki perpaduan karakter baguette, roti gulung, dan croissant dalam satu sajian.
Di Korea Selatan, inovasi salt bread juga semakin berkembang. Roti tersebut tidak hanya tersedia dalam versi plain, tetapi dapat ditemukan dengan berbagai isian.
Beberapa di antaranya berupa pasta kacang merah, cokelat, keju, hingga cream cheese.
Rahasia Kelezatan Salt Bread Ada pada Mentega
Salah satu faktor paling penting dalam menghasilkan salt bread yang lezat adalah penggunaan mentega.
Mentega tidak hanya berfungsi memberikan rasa. Ketika masuk ke dalam proses pemanggangan, mentega akan meleleh dan melapisi bagian bawah roti.
Proses tersebut membantu menghasilkan tekstur bagian bawah yang renyah sekaligus memberikan aroma mentega yang kuat.
Dalam sejumlah resep, penggunaan mentega bahkan dapat mencapai sekitar 562,5 gram untuk enam cangkir tepung, atau sekitar 700-800 gram tepung. Namun, jumlah tersebut dapat berbeda tergantung resep, ukuran roti, serta teknik pembuatan.
Karena menjadi bahan utama, kualitas mentega juga ikut menentukan hasil akhirnya.
Mentega dengan kandungan lemak sekitar 80 persen atau lebih umumnya dapat memberikan rasa yang lebih kaya sekaligus membantu menghasilkan tekstur roti yang lembut.
Bakery Jayeondo di Korea Selatan, misalnya, menggunakan mentega Prancis bersertifikat AOP untuk menghasilkan karakter salt bread dengan bagian dalam lembut dan bagian luar renyah.
Chef Ungkap Pentingnya Full Dairy Butter
Penggunaan mentega berkualitas juga menjadi perhatian pembuat salt bread di Indonesia.
Chef Kang Min Ki mengatakan, full dairy butter menjadi salah satu kunci dalam pembuatan salt bread.
“Salt bread itu sangat ketergantungan dengan butter. Jadi butternya harus pakai full dairy,” ujar Min Ki.
Menurutnya, penggunaan compound butter atau blend butter yang dicampur dengan minyak nabati dan susu kurang ideal jika ingin mendapatkan cita rasa mentega yang kuat.
“Butter itu kurang rekomendasi karena rasanya akan enggak begitu enak. Jadi seharusnya pakai butter full dairy,” katanya.
Artinya, bagi pembuat salt bread, pemilihan bahan tidak bisa dilakukan sembarangan. Mentega menjadi salah satu komponen utama yang menentukan rasa, aroma, dan tekstur roti.
Salt Bread Enak Dimakan Langsung
Sebenarnya, salt bread plain sudah cukup nikmat disantap tanpa tambahan apa pun.
Rasa gurih dari garam dan mentega berpadu dengan sedikit rasa manis dari adonan. Tekstur luarnya yang renyah kemudian memberikan sensasi berbeda ketika digigit.
Roti ini juga cocok menjadi teman minum kopi. Rasa gurih dan aroma mentega dapat menyeimbangkan rasa pahit kopi sehingga cocok disantap sebagai sarapan maupun camilan.
Bagi pencinta makanan manis, salt bread dapat dikombinasikan dengan krim stroberi, selai cokelat, atau krim vanila.
Sementara itu, pencinta makanan gurih dapat menjadikannya sebagai sandwich. Roti cukup dibelah, kemudian diisi dengan mayones, cream cheese, smoked beef, mentimun, atau bahan lain sesuai selera.
Bisa Disimpan di Freezer
Salt bread yang belum habis juga dapat disimpan untuk dikonsumsi kembali.
Roti dapat dimasukkan ke dalam freezer agar lebih tahan lama. Saat ingin menikmatinya kembali, salt bread dapat dipanaskan menggunakan air fryer.
Pemanasan tersebut membantu mengembalikan tekstur renyah pada bagian luar sehingga roti tetap terasa lebih nikmat.
Namun, proses pemanasan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan ukuran roti agar bagian dalam tidak menjadi terlalu kering.






