Tradisi Misalin Simbol Pensucian Diri Jelang Ramadhan

Berita Historia, Faktaindonesianews.com:- Masyarakat di Situs Galuh Salawe selama puluhan tahun memegang teguh tradisi Misalin yang merupakan warisan leluhur Galuh di masa silam. Ini ajaran filsafat tingkat tinggi karena semua ritual Misalin harus dimaknai dengan pemahaman logika yang baik.

Misalin adalah proses berganti kebiasaan dari yang negatif kepada kesucian. Salin adalah pakaian dalam fisiknya tetapi digunakan untuk makna spiritual. Proses berganti pakaian ini diikuti dengan mandi sebagai bentuk pensucian dari hadas kecil dan hadas besar.

Bacaan Lainnya

Prosei upacara tradisi Misalin diawali dengan Ngadamar yakni menghidupkan cahaya kecil di tengah kegelapan. Makanya kita harus mencerahkan hati dan pikiran agar bahagia. Kemudian dilanjutkan turun mandi sebagai simbol pembersihan badan. Hati dan pikiran yang bersih harus diimbangi dengan badan yang bersih pula.

Selanjutnya terakhir, jiwa dan raga yang telah bersih dan tercerahkan harus ditutup dengan pakaian yang bersih. Pembersihan semua panca indra dilakukan demi menyambut Ramadhan agar lebih bahagia.

Tradisi bersuci menurut Islam dikemas dalam balutan budaya Galuh. Dalam konteks Misalin harus bersih pikiran, jiwa dan raga ini jelas syarat seorang muslim yang agar kuat melaksanakan puasa sebulan penuh.

Tapi ini diikuti dengan pesan kematian yakni dengan berdoa dan tawasul kepada arwah leluhur yang membuka jalan kehidupan hari ini. Seorang muslim tidak boleh terputus dengan sejarah masa lalu agar bisa merencanakan masa depan menjadi lebih baik.

Misalin adalah jembatan dakwah yang penuh kearifan lokal. Masyarakat Galuh yang awal belum Islam tidak akan terusik. Islam akhirnya menjadi energi kekuatan penggerak budaya yang menghibur tanpa kehilangan esensi spiritualnya.

Penulis: Mukhlis Renaldy

Pos terkait