BRI Hampir Lampaui Target KUR Perumahan, Maruarar Sirait Siap Tambah Kuota Pembiayaan Rumah Bersubsidi

Faktaindonesianews.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat kinerja positif dalam penyaluran pembiayaan rumah bersubsidi sepanjang 2026. Hingga Juli, realisasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) telah mendekati target yang ditetapkan pemerintah, bahkan berpotensi melampauinya sebelum akhir tahun.

Capaian tersebut menjadi salah satu pembahasan utama saat Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait, kembali mengunjungi kantor pusat BRI di Jakarta, Selasa (21/7/2026). Pertemuan itu difokuskan pada evaluasi perkembangan pembiayaan perumahan bersubsidi sekaligus percepatan akses masyarakat terhadap hunian layak.

Bacaan Lainnya

BRI Optimistis Lampaui Target Penyaluran

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menjelaskan bahwa pembiayaan rumah bersubsidi yang dijalankan perseroan terbagi dalam dua skema utama, yakni Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Program Perumahan (KPP).

Secara keseluruhan, target penyaluran kedua program tersebut mencapai Rp95 triliun. Hingga Juli 2026, BRI telah merealisasikan penyaluran sekitar Rp22 triliun, yang terdiri atas sekitar Rp10 triliun untuk program FLPP dan Rp52 triliun untuk KPP sesuai target pembiayaan yang telah ditetapkan pemerintah.

Hery mengungkapkan bahwa pencapaian pada program KPP sudah mendekati target tahunan.

“Untuk KUR Perumahan sendiri, pencapaian BRI sudah hampir 89 persen dari target yang diberikan. Karena itu, Pak Menteri berencana kembali menaikkan target penyaluran kami. Sementara untuk FLPP, dari target Rp10 triliun, realisasinya saat ini sekitar 32 persen,” ujar Hery.

Menurutnya, masih tersisa waktu hingga akhir tahun sehingga BRI optimistis mampu memenuhi bahkan melampaui target pembiayaan yang telah ditetapkan.

“Sekarang baru bulan Juli. Kami optimistis hingga Desember nanti BRI dapat mencapai target lebih dari 100 persen,” tambahnya.

Maruarar Apresiasi Kinerja BRI

Dalam kesempatan yang sama, Menteri PKP Maruarar Sirait memberikan apresiasi terhadap performa BRI dalam mendukung program pembiayaan rumah bersubsidi pemerintah.

Menurut pria yang akrab disapa Ara itu, BRI menjadi bank dengan penyaluran KUR Perumahan terbesar dibandingkan lembaga perbankan lainnya.

Ia bahkan menyebut realisasi pembiayaan yang dilakukan BRI melampaui total penyaluran sejumlah bank lain jika digabungkan.

“Kinerja KUR Perumahan yang paling tinggi berasal dari BRI. Berdasarkan data yang kami terima, penyaluran BRI sendiri lebih besar dibandingkan seluruh bank lainnya jika digabungkan. Ini menunjukkan kinerja yang sangat baik,” kata Maruarar.

Dukung Program Kepemilikan Rumah

Program pembiayaan FLPP dan KPP merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau.

Melalui skema tersebut, masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh kesempatan memiliki rumah dengan dukungan pembiayaan berbunga rendah dan tenor yang lebih panjang.

Sebagai salah satu bank penyalur utama, BRI terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program strategis nasional di sektor perumahan melalui percepatan penyaluran kredit dan perluasan akses pembiayaan bagi masyarakat.

Kolaborasi antara Kementerian PKP dan BRI juga diharapkan mampu meningkatkan realisasi program rumah bersubsidi hingga akhir 2026, seiring meningkatnya kebutuhan hunian di berbagai daerah.

Pos terkait