Faktaindonesianews.com, Bandung – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa seni dan budaya merupakan bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai bangsa sekaligus membentuk karakter generasi muda. Pesan tersebut disampaikan saat menerima delegasi West Java International Fun Folk Festival 2026 di Pendopo Kota Bandung, Minggu (19/7/2026).
Festival budaya internasional yang menghadirkan peserta dari Rusia, India, Malaysia, dan Filipina itu menjadi wadah pertukaran budaya melalui pertunjukan seni tradisional sekaligus mempererat hubungan persahabatan antarnegara. Sebelumnya, rangkaian festival telah digelar di Kabupaten Subang pada 18 Juli 2026.
Bandung Tegaskan Peran sebagai Kota Diplomasi Budaya
Dalam sambutannya, Farhan menyampaikan apresiasi kepada seluruh delegasi internasional yang hadir di Kota Bandung. Ia menilai kehadiran para peserta memperkuat posisi Bandung sebagai kota yang memiliki sejarah penting dalam diplomasi dunia melalui semangat Konferensi Asia Afrika (KAA).
Menurut Farhan, Gedung Pendopo Kota Bandung bukan sekadar bangunan bersejarah, tetapi juga menjadi simbol persaudaraan dan solidaritas antarbangsa yang perlu terus dijaga melalui kebudayaan.
“Selamat datang di Kota Bandung. Kita berada di sebuah bangunan bersejarah yang menjadi simbol solidaritas Asia Afrika. Semangat persaudaraan yang lahir dari Bandung harus terus kita jaga melalui seni dan budaya,” ujar Farhan.
Budaya Jadi Sarana Membangun Karakter Generasi Muda
Farhan mengatakan keberagaman budaya yang ditampilkan dalam festival mencerminkan nilai persatuan yang selama ini menjadi identitas Kota Bandung.
Menurutnya, kegiatan budaya internasional memberikan ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk belajar menghargai perbedaan, memperkuat toleransi, serta membangun sikap saling menghormati sejak dini.
Ia menilai pertukaran budaya tidak hanya memperkenalkan kesenian dari berbagai negara, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter yang efektif.
“Semua yang hadir di sini adalah satu keluarga besar. Kita dipersatukan oleh solidaritas Asia Afrika dan persahabatan antarbangsa. Inilah yang harus terus diwariskan kepada generasi muda,” katanya.
Hubungan Historis dengan Negara Peserta
Farhan juga menyinggung hubungan erat Indonesia dengan negara-negara peserta festival.
Ia menyebut kerja sama dengan Malaysia semakin kuat setelah Kota Bandung menjalin kemitraan dengan Petaling Jaya. Sementara dengan Filipina, Indonesia memiliki banyak kesamaan budaya dan bahasa yang mempererat hubungan masyarakat kedua negara.
Adapun hubungan Indonesia dengan Rusia, menurut Farhan, telah terjalin sejak awal masa kemerdekaan melalui berbagai bentuk kerja sama dalam pembangunan nasional.
Keberadaan delegasi dari berbagai negara tersebut dinilai semakin memperkuat posisi Bandung sebagai kota yang terbuka terhadap kolaborasi internasional.
Harap Jadi Agenda Tahunan Bertaraf Internasional
Farhan berharap West Java International Fun Folk Festival dapat terus diselenggarakan setiap tahun dengan cakupan peserta yang semakin luas.
Menurutnya, festival semacam ini dapat memperkuat citra Bandung sebagai pusat pertukaran seni dan budaya internasional sekaligus mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Saya berharap West Java International Fun Folk Festival akan terus menjadi ruang ekspresi seni dan budaya yang memperkuat solidaritas kita sepanjang sejarah. Saya percaya budaya dan seni akan membentuk karakter bangsa yang kuat,” ujarnya.
Apresiasi untuk Lions Club dan Kolaborasi Komunitas
Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga memberikan apresiasi kepada Lions Club yang turut mendukung penyelenggaraan festival.
Menurutnya, berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan yang dilakukan organisasi tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kota Bandung dalam membangun masyarakat yang inklusif melalui kebudayaan.
“Solidaritas yang dibangun Lions Club melalui berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk dukungan terhadap acara kebudayaan seperti ini, menjadi kontribusi nyata dalam membentuk karakter anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa,” tuturnya.
Budaya Satukan Berbagai Negara
Sementara itu, Founder Color of Indonesia, Vivi Sandra Putri, mengatakan festival ini menjadi bukti bahwa seni dan budaya mampu menyatukan masyarakat dari berbagai negara.
Sebelum berkunjung ke Bandung, para delegasi telah mengikuti street parade di Kabupaten Subang yang melibatkan 228 kontingen dari berbagai komunitas lokal maupun internasional.
Vivi berharap jumlah negara peserta terus bertambah sehingga festival dapat berkembang menjadi agenda budaya bertaraf internasional.
“Kami membuktikan bahwa melalui budaya kita bisa menjadi satu. Tahun ini hadir delegasi dari Rusia, Malaysia, India, dan Filipina. Mudah-mudahan tahun depan lebih banyak negara yang bergabung,” ujarnya.
Kolaborasi Perkuat Persahabatan Antarbangsa
Ketua Panitia Irma Suganda menjelaskan bahwa West Java International Fun Folk Festival 2026 bertujuan mempererat hubungan persahabatan antarbangsa melalui pertukaran seni dan budaya.
Festival ini merupakan hasil kolaborasi Color of Indonesia, Lions Club District 307 B2, PP-LIPI Jawa Barat, berbagai komunitas seni budaya, serta mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Bandung dan Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat.
Rangkaian acara diisi dengan pertunjukan tari tradisional Jawa Barat yang kemudian dilanjutkan dengan penampilan seni dari Rusia, India, Filipina, dan Malaysia. Seluruh pertunjukan mendapat sambutan antusias dari tamu undangan maupun masyarakat yang hadir.






