Teddy Indra Wijaya Jawab Kritik Dino Patti Djalal, Sebut Kunjungan Luar Negeri Prabowo Bawa Hasil Nyata untuk Indonesia

Faktaindonesianews.com – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan tanggapan atas kritik yang disampaikan pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, terkait intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Menurut Teddy, berbagai lawatan internasional yang dilakukan kepala negara bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi diplomasi yang telah menghasilkan manfaat konkret bagi Indonesia.

Dalam pernyataannya melalui akun media sosial resmi Sekretariat Kabinet, Teddy menjelaskan bahwa isu biaya perjalanan luar negeri Presiden sering kali menjadi sorotan publik. Ia menegaskan bahwa apabila terdapat biaya tambahan di luar anggaran resmi yang telah disediakan negara, maka seluruh kelebihan biaya tersebut ditanggung secara pribadi oleh Presiden Prabowo.

Bacaan Lainnya

Selain persoalan anggaran, Teddy juga menyoroti efisiensi jumlah rombongan yang mengikuti kunjungan luar negeri Presiden. Ia menyebut jumlah delegasi saat ini jauh lebih ramping dibandingkan periode sebelumnya. Jika pada masa lalu rombongan bisa mencapai lebih dari 120 orang dalam satu perjalanan, kini jumlahnya dibatasi sekitar 50 hingga 60 orang. Langkah tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari upaya efisiensi pemerintahan.

Teddy juga menjelaskan bahwa situasi global yang terus berubah membuat diplomasi langsung antar pemimpin negara menjadi semakin penting. Di tengah berbagai konflik internasional dan ketidakpastian geopolitik, hubungan personal antar kepala negara dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga kepentingan nasional Indonesia.

Lebih lanjut, Teddy membantah anggapan bahwa kunjungan luar negeri Presiden Prabowo hanya bertujuan membangun citra politik. Ia mengklaim sejumlah capaian penting berhasil diraih melalui diplomasi aktif pemerintah. Di antaranya adalah bergabungnya Indonesia sebagai anggota tetap kelompok ekonomi BRICS, penyelesaian kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa yang disebut memberikan manfaat tarif yang lebih kompetitif, serta masuknya investasi bernilai triliunan rupiah ke Indonesia.

Tidak hanya pada sektor ekonomi, Teddy juga menilai diplomasi luar negeri telah memperkuat posisi Indonesia dalam bidang pertahanan dan kemanusiaan. Ia mencontohkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina, pengiriman kapal rumah sakit, hingga program pendidikan bagi pelajar Palestina di Indonesia sebagai bukti peran aktif pemerintah dalam isu global. Selain itu, upaya diplomatik disebut turut membantu pemulangan warga negara Indonesia yang menghadapi persoalan di luar negeri.

Sebelumnya, Dino Patti Djalal mengkritik tingginya frekuensi perjalanan luar negeri Presiden Prabowo. Ia menilai kegiatan tersebut perlu dievaluasi dari sisi efektivitas dan efisiensi anggaran. Dino juga mendorong pemanfaatan teknologi komunikasi modern sebagai alternatif dalam beberapa pertemuan internasional.

Pos terkait