Faktaindonesianews.com – Tim SAR gabungan terus berpacu dengan waktu untuk menemukan dua korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan rumah mewah yang hancur akibat ledakan dahsyat di kawasan Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan. Hingga Selasa (21/7/2026), ratusan personel masih melakukan proses evakuasi dengan dukungan alat berat di lokasi kejadian.
Upaya pencarian dilakukan secara maksimal mengingat struktur bangunan yang runtuh menyulitkan proses evakuasi. Fokus pencarian kini diarahkan pada lantai dua bangunan yang diyakini menjadi lokasi terakhir keberadaan kedua korban.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Medan, Hery Marantika, mengatakan sekitar 300 hingga 400 personel dari berbagai unsur diterjunkan dalam operasi kemanusiaan tersebut. Selain personel, tim juga mengoperasikan tiga unit ekskavator dan satu unit crane untuk mempercepat pembukaan material bangunan yang menumpuk.
“Tim SAR gabungan saat ini terus bekerja di lokasi dengan dukungan alat berat. Pencarian dipusatkan di lantai dua bangunan yang runtuh karena diduga masih ada dua korban yang berada di area tersebut,” ujar Hery.
Fokus Evakuasi di Lantai Dua Bangunan
Rumah yang menjadi pusat ledakan diketahui merupakan bangunan tiga lantai bernomor 3B di kawasan Grand Polonia. Kondisi bangunan mengalami kerusakan paling parah hingga sebagian besar konstruksinya ambruk akibat kuatnya tekanan ledakan.
Menurut Hery, proses pencarian dilakukan secara hati-hati untuk menghindari risiko runtuhan susulan yang dapat membahayakan petugas maupun korban yang kemungkinan masih berada di bawah puing-puing.
Petugas terus mengangkat material bangunan secara bertahap menggunakan alat berat, sementara personel SAR melakukan penyisiran manual di titik-titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban terjebak.
Ledakan Rusak Rumah dan Kendaraan
Peristiwa ledakan tersebut terjadi pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Dentuman keras mengakibatkan rumah bertingkat itu runtuh dan menimbulkan kerusakan yang cukup luas di lingkungan sekitar.
Tak hanya menghancurkan bangunan utama, reruntuhan juga menimpa sedikitnya tiga mobil yang terparkir di depan rumah. Sejumlah rumah di sisi kiri, kanan, hingga bagian depan lokasi turut mengalami kerusakan akibat gelombang ledakan yang sangat kuat.
Warga sekitar sempat panik dan berhamburan keluar rumah setelah mendengar suara ledakan keras yang mengguncang kawasan tersebut. Aparat kemudian segera menutup area demi keamanan sekaligus memudahkan proses evakuasi.
Dugaan Kebocoran Gas Masih Diselidiki
Hingga kini, penyebab pasti ledakan rumah di Medan tersebut masih didalami aparat kepolisian bersama instansi terkait. Namun, hasil investigasi awal mengarah pada dugaan adanya kebocoran gas dari jaringan pipa bawah tanah yang berada di sekitar lokasi bangunan.
Tim penyelidik masih mengumpulkan berbagai bukti dan melakukan pemeriksaan teknis untuk memastikan sumber ledakan sebelum menyampaikan hasil resmi kepada publik.
Di sisi lain, operasi pencarian terhadap dua korban yang diduga masih tertimbun terus menjadi prioritas utama. Seluruh personel SAR bekerja tanpa henti dengan harapan korban dapat segera ditemukan sehingga proses evakuasi dapat diselesaikan secepat mungkin.






